Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Rini Restu Tampil Sensual untuk Memberi “Nyawa” Tariannya

27 Agustus 2019, 07: 37: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Rini Restu Tampil Sensual untuk Memberi “Nyawa” Tariannya

BAIK : Bagi Sherin, seorang dancer harus memiliki attitude yang baik, bertanggung jawab dan berkomitmen dengan pilihannya. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, KUTA - Seorang penari modern (modern dancer) bagi Rini Restu, harus memiliki  tanggung jawab serta komitmen, apalagi profesi yang digeluti adalah hobi.

Sudah tiga tahun Rini Restu sebagai penari profesional. Sudah cukup banyak pengalaman yang diraih wanita yang akrab disapa Sherin ini.


Pengalaman panjang dan kerap tampil di event party, membuat pemahamannya tetang seni tari kian matang. 


Dara cantik dan seksi yang cukup banyak terinspirasi dari dancer ternama, seperti SNSD, Ufasofura dan Jessica Janes dari Jakarta ini, mengaku cukup puas dengan pencapaiannya hingga saat ini. Bersama agency dance performance, Pink Print Team, Sherin mampu mengembangkan skill ke berbagai teknik dan konsep yang ada di dunia seni tari. Hal itu bisa ia buktikan sejak awal keterlibatannya menjadi pelengkap dalam event berskala nasional dan  internasional. Sebut saja salah satunya adalah event pra party Ultra Japan yang sempat mencuri perhatian para party lovers di Bali.


Event Broadway di salah satu akomodasi ternama di Bali, juga meyakinkan Sherin jika kemampuan olah geraknya itu bisa dipercaya untuk bergabung bersama sejumlah dancer ternama dan berkualitas dari Jakarta. “ Karena aku baru fokus di dance dua tahun terakhir ini, prestasi atau pencapaian aku cukup membanggakan ya. Dan, selama dua tahun itu juga aku gabung di Pink Print Team dan bisa famouse di kalangan client dan penikmat dance. Hal itu menurutku sudah menjadi sebuah prestasi untuk aku simpan,” tutur Sherin kepada Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.


Meski demikan, ia tidak mengelak jika ada beragam tantangan yang harus dihadapi. Dara kelahiran Denpasar, 23 September 1993 itu  mengatakan, selain teknik dasar yang harus dikuasai dalam seni tari, secara profesional harus menerima serta melakoni beragam konsep tarian sesuai permintaan pasar. Entah dengan menggunakan kostum seksi sekalipun, Sherin wajib menjalaninya. Tampil dengan gaya serta konsep yang berkesan ‘sensual’ itu pun diakui Sherin terkadang menimbulkan banyak anggapan negatif dari sebagain masyarakat awam. 
Belum lagi menyoal tentang gaya hidup dunia hiburan yang sesekali kerap melibatkan Sherin untuk tampil di jam malam menghibur  party lovers di klub malam ataupun diskotek. “Soak tudingan miring itu kerap jadi pembicaraan hangat. Tapi, menurut aku sih tidak menjadi persoalan. Cukup  dijadikan tantangan, karena dunia dance itu adalah seni pertunjukan yang memang disajikan untuk menghibur, bukan dianggap  ‘murahan’ juga,” tuturnya. Sherin menjalani semua itu dengan banyak latihan yang tentunya  menggunakan teknik serta skill.

"Kita tidak pernah tampil buka-bukaan dan masih sebatas wajar. Buka-bukaan dengan konsep nari di beach club pakai bikini, menurut aku hal yang wajar,” imbuh talent muda bertubuh jenjang ini.


Dengan tekad serta serius  berperan sebagai seorang dance performance, lanjutnya, dipastikan bisa melambungkan nama penari.


“Apalagi menurut aku profesi ini sangat menjanjikan,” tegasnya. 


Oleh karena itu, lanjut Sherin, yang betul-betul harus dimiliki  seorang dancer adalah skill, kepercayaan diri atau mental, juga harus pintar  menjaga bentuk tubuh agar  fresh dan sehat. "Untuk bisa menepis anggapan buruk masyarakat awam, seorang dancer harus memiliki attitude yang baik," ujarnya. Seorang penari, lanjutnya, mesti bertanggung jawab dan komitmen dengan pilihannya. “Jujur saja, dunia dance itu bagi aku bisa membahagiakan dan menenangkan. Boleh dikatakan, dance itu setengah hidup aku. Jadi, ada yang harus aku raih dari profesi aku sendiri,” tutup Sherin.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia