Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Penanganan Sampah Berbasis Teknologi, 1 TPST Hasilkan Rp 100 Juta

28 Agustus 2019, 11: 32: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

Penanganan Sampah Berbasis Teknologi, 1 TPST Hasilkan Rp 100 Juta

RAPAT: Pelaksanaan rapat koordinasi pembangunan TPS 3R/ manajemen pengolahan sampah skala desa di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Selasa (27/8). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Setiap desa di Gianyar kini akan memiliki manajemen pengelolaan sampah skala desa  dengan melibatkan pihak ketiga. Hal itu terungkap saat para perbekel dan perwakilan perbekel/lurah se - Kabupaten Gianyar bertatap muka dengan pihak ketiga yang difasilitasi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, di Desa Buruan, Kecamatan Belahbatuh, Gianyar, Selasa (27/8). 

Pihak ketiga tersebut Yayasan Bumi Sasmaya yang bersekretariat di Desa Temesi, Gianyar, dan Suarti Foundations yang bersekretariat di Banjar Pengosekan, Desa Mas, Ubud. Dalam kesempatan itu Project Manager Yayasan Bumi Sasmaya (YBS) I Gede Nyoman Agastya Yatra memaparkan pengelolaan sampah oleh yayasannya melalui program MPH (merah putih hijau).

Dia menawarkan program ini hanya bisa dijalankan jika ada pelopor yang peduli tentang sampah di desa. Yaitu berupa komunitas untuk jembatani masyarakat dalam penanganan sampah terutama dalam hal pemisahan sampah organik dan anorganik, terutama dari  rumah tangga. ‘’Terpenting lagi adalah perbekel dan lurah yang harus berkomitmen kuat dalam penanganan sampah ini,’’ tegasnya

Agastya Yatra menambahkan, YBS secara sukarela akan membangun tempat olah sampah di desa. Bangunan ini dilengkapi mesin operasional olah sampah dan tenaga untuk TPST milik BUMDes. YBS juga akan mengedukasi masyarakat dan pengelola TPST ini selama setahun. Selanjutnya, TPST ini diharapkan bisa mandiri. ‘’Untuk biaya satu unit TPST, operasional, dan edukasi, di luar tanah bangunan, kami anggarkan Rp 500 juta - Rp 700 juta. Nilai ini sesuai volume sampah di masing-masing desa yang sepakat kami bangunin TPST,’’ jelasnya.

Ia mengaku program ini sudah berjalan di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, dan  Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan. YBS kini sedang membangun TPST yang sama di desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar. Khusus TPST di Pererenan sudah bisa menghasilkan uang sekitar Rp 100 juta lebih dari upah pungut sampah. TPST juga menghasilkan kompos dan bahan daur ulang. 

Sementara itu, Suarti Foundations melalui stafnya, Arya Primanda Wibisana memaparkan, pola penanganan sampah secara terpadu berbasis teknologi smart phone. Teknologi ini ditopang dengan data managemen tentang wilayah sebaran sampah di suatu wilayah atau desa. Teknologi ini nanti akan membaca secara canggih dimana sebaran sampah, kapan sampah yang telah dan belum terangkut, dan lainnya. 

Sedangkan Kepala DLH Gianyar  Wayan Kujus Pawitra mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengintesifkan penanganan sampah di desa- desa yang mulai serius dalam penanganan sampah. Pertemuan ini juga sebagai wujud tindak lanjut dari koordinasi pihak DLH Gianyar dengan pihak ketiga yang siap terlibat langsung dalam penanganan TPST. 

‘’Saya membaca ini sebuah tanda besar bahwa penanganan sampah di Gianyar akan mencapai kemampuan pesat dibandingkan sebelumnya. Kami bangga karena para perbekel dan lurah serta komunitas peduli lingkungan ini punya komitmen yang sama untuk menangani sampah secara menyeluruh dan sistematis,’’ imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia