Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pasca Ditahan, Perbekel Ashari Segera Dinonaktifkan

30 Agustus 2019, 20: 35: 08 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pasca Ditahan, Perbekel Ashari Segera Dinonaktifkan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Made Subur. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa segera memberhentikan perbekel non-aktif Desa Celukan Bawang, Muhammad Ashari. Langkah ini ditempuh setelah Kejaksaan Negeri Buleleng melakukan penahanan terhadap Ashari. Dipastikan pula, ia tidak diberikan gaji.

Kepala Dinas PMD Buleleng Made Subur tak menampik jika saat ini Ashari mencalonkan diri kembali sebagai perbekel, dalam Pilkel serentak 2019. Statusnya pun saat ini tercatat sedang dalam masa cuti. Atas penahanan itu, pihaknya sebut Subur, akan mengusulkan kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana agar memberhentikan Ashari untuk sementara waktu hingga putusan di pengadilan.

"Sekarang kan dia (Ashari) itu cuti karena mencalokan diri jadi perbekel. Kami akan berhentikan sementara, terkait juga dengan nafkah yang dia terima. Ashari akan diberhentikan tetap, bilamana putusan pengadilan mengatakan dia benar bersalah," ujar Subur saat dikonfirmasi, pada Jumat (26/8) siang.

Lanjutnya, terkait pencalonan Ashari dalam Pilkel 2019, dikatakan Subur, masih tetap bisa berjalan. Bila saja nanti Ashari terpilih, sedangkan di Pengadilan ia terbukti bersalah, maka Panitia Pilkel Desa Celukan Bawang harus menggantinya dengan pemenang yang kedua.

Ashari mulai menjalani masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) selama sebulan di Lapas Kelas IIB Singaraja. Setelah dinyatakan bisa menyesuaikan lingkungan dan mental stabil, barulah ia ditempatkan di ruang tahanan.

“Sesuai SOP, yang bersangkutan untuk sementara menempati ruang mapenaling maksimal sebulan. Perkembangannya terus kami pantau dan kalau sudah menyesuaikan dengan lingkungan dan interaksi sosial dalam LP, baru kami tempatkan ke ruang tahanan dan bergabung dengan tahanan lainnya di dalam LP,” beber Kalapas Kelas IIB Singaraja, Risman Soemantri.

Setelah menyandang status tersangka sejak 3 Januari 2019, pihak Kejaksaan Negeri Buleleng akhirnya resmi menahan Perbekel non-aktif Desa Celukan Bawang, Muhammad Ashari pada Kamis (29/8). Ashari ditahan atas tuduhan melakukan tindak pidana korupsi dan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 194 juta.

Ashari terlihat mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Buleleng pada pukul 11.00 Wita. Ia sempat menjalani beberapa pemeriksaan. Sekitar pukul 14.00 wita, para penyidik kemudian langsung mengambil tindakan penahanan.

Sekedar mengingatkan,  kasus ini bermula dari pemberian ganti rugi senilai Rp 1,1 miliar terhadap bangunan kantor Desa Celukan Bawangdari oleh PT GEB  kepada Pemerintah Desa Celukan Bawang. Kala itu bangunan desa lama yang berlokasi di Banjar Dinas Punggukan harus direlokasi lantaran lahan digunakan untuk areal PT GEB.

Selanjutnya dana ganti rugi itu dipergunakan untuk pembangunan kantor kepala desa yang baru di Banjar Dinas Celukan Bawang. Konon, dana ganti rugi itu dibayarkan oleh PT GEB melalui ke rekening Perbekel Azahari.

Fatalnya, dalam pembangunan itu, Perbekel Azahari tidak melalui proses tender di unit layanan pengadaan (ULP) barang dan jasa. Perbekel Ashri dikabarkan menunjuk langsung rekanan dari Celukan Bawang yang disebut-sebut bernama CV Hikmah Lagas.

Selain gedung kantor desa, CV Hikmah Lagas juga ditunjuk mengerjakan pagar kantor desa tanpa proses tender. Total dari kedua proyek, bangunan kantor desa dan pagar kantor desa hanya senilai Rp 1 miliar. Selain menemukan kejanggalan tersebut, Kejaksaan juga menemukan kejanggalan bahwa nilai kedua proyek tersebut diperkirakan tidak sampai Rp 1 miliar.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia