Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Ngantor Pakai Motor Butut, Jata: Ini Bukan Pencitraan ya

02 September 2019, 17: 00: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ngantor Pakai Motor Butut, Jata: Ini Bukan Pencitraan ya

MOTOR : Mantan Wakil Ketua DPRD Gianyar I Ketut Jata mengendarai motor buntut ke Sidang Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Gianyar, Senin (2/9) (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Mantan Wakil Ketua DPRD Gianyar I Ketut Jata saat Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Gianyar, Senin (2/9) menjadi pusat perhatian pegawai dan undangan. Pasalnya rata-rata anggota DPRD Gianyar mengendarai mobil mewah beserta dengan sopir. Namun berbeda dengan pria asli Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh ini, hanya menggunakan sepeda motor bututnya datang ke halaman parkir.

Saat Bali Express (Jawa Pos Group) mewawancarainya, Jata mengaku sebenarnya sudah biasa menggunakan sepeda motor ngantor selama ia menjadi anggota dewan. Hanya saja saat menjabat sebagai wakil ketua, ia mendapatkan fasilitas mobil, sopir hingga dilakukan keprotokolan. “Ini bukan pencitraan ya, saya memang lebih suka mengendarai motor. Dari rumah tidak sampai satu menit, apa lagi parkir di Kantor DPRD sangat terbatas, susah parkir kalau bawa mobil. Selain itu saat kampanye juga saya pakai motor ini, pencari suara ini motor,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, politisi Partai Demokrat ini membantah jika datang menggunakan motor bentuk sebagai protes dirinya. Pasalnya ia tidak lagi ditunjuk partai sebagai Wakil Ketua DPRD Gianyar. Namun sebagai kader senior Partai Demokrat , dirinya mengaku sangat paham dengan aturan partai yang menjadikannya anggota dewan tersebut.

Sehingga ia hadir dalam pengambilan sumpah pimpinan tersebut meskipun ia tidak terpilih lagi, dan dirinya tidak akan melanggar aturan partai. Buktinya saat penetapan hingga pelantikan pimpinan dewan dirinya mewajibkan diri untuk hadir. “Saya tidak akan melanggar aturan partai karena saya tahu konskuensinya, yakni dipecat dari partai otomatis dipecat juga dari dewan. Saya tidak ingin dipecat,” tandas pria yang berkepala plontos tersebut.  

Ketut Jata menambahkan dirinya tidak membangkang dengan keputusan DPP Partai Demokrat. Hanya saja dia tetap menyayangkan keputusan DPP Partai Demokrat tentang penunjukan posisi Wakil Ketua DPRD Gianyar. Karena dari Juklak dan Juknis semua dipenuhi dirinya. Baik dari segi senioritas, suara terbanyak, pengalaman jabatan hingga pengabdian mengawal Demokrat hingga saat ini.

“Juklak yang dibuat DPP justru dilanggar oleh DPP sendiri, apalagi juga selama ini saya tidak pernah diajak komunikasi baik oleh DPC dan DPD. Namun untungnya teman-teman dari luar partai ada yang menghubungi, bahkan datang ke rumah yang memberikan dukungan moriil,” imbuhnya.  

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia