Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Bali Blues Brothers Konser Tur Eropa Gandeng Gus Teja dan Dua Pelukis

02 September 2019, 21: 03: 29 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Bali Blues Brothers Konser Tur Eropa Gandeng Gus Teja dan Dua Pelukis

EROPA : Grup Bali Blues Brothers feat Gus Teja yang juga mengajak dua painter muda ternama Bali, Wayan Paramarta dan Jango Pramartha, siap tur Eropa dalam aksi bertajuk 'For Bali Taksu Legacy Cultural Mission to Europe 2019'. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Grup musik Bali Blues Brothers kembali beraksi di luar negeri, setelah sukses tampil di Bluesfest di Byron, Australia dan Den Haag tahun lalu. Grup yang dibentuk dan ditangani I Gusti Agung Bagus Mantra yang akrab dipanggil Gus Mantra ini, kembali tampil di panggung internasional dengan konsep yang berbeda dari konser sebelumnya, namun tetap mengacu pada warisan akar budaya Bali. 

Bali Blues Brothers yang ditopang Gus Mantra (drum), Gede Kurniawan (bass), Krisna Darmawan (gitar), Sandi (sax), dan Bobi Dinar (vokal), akan tampil di dua negara, yakni Belanda dan Jerman. Kali ini Bali Blues Brothers mengajak (feat) pemain flute yang namanya sudah dikenal di ajang internasional, Gus Teja. Bahkan, ada juga dua sosok painter Bali yang sudah kerap pameran di luar negeri turut dilibatkan, yakni Wayan Paramarta dan Kadek Jango Pramartha.

Kedua pelukis ini juga akan live performance saat pameran, bersamaan dengan Bali Blues Brothers beraksi. Menurut Gus Mantra, misi budaya kreatif bertajuk 'For Bali Taksu Legacy Cultural Mission to Europe 2019' ini, juga didukung oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Menurut rencana tim duta Bali, Indonesia, lewat Bali Blues Brothers ini akan bertolak ke Belanda 10 September 2019. Pentas akan dilaksanakan 13-15 September di Belanda, sekaligus pameran di ajang Pasar Indonesia Raya The Hague yang dirancang oleh KBRI Belanda.

Selanjutnya, 17 September tampil di Hanoover dalam acara Bali Taksu Festival yang dirancang oleh Ibu Aryani Williems.

"Acara di Hanoover, Berlin lebih spesifik karena ada sesi pengobatan (healing) yang dilakukan oleh healer yang juga seniman asal Bali yang menetap di Jerman, Ibu Aryani Williems," papar Gus Mantra yang juga kreator sejumlah event berskala besar di Bali ini kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di Jro Pregina Sanur Bali, kemarin.

Konser selanjutnya digelar di Rumah Budaya Indonesia, Berlin (20/9) yang dilaksanakan oleh Kresna Mahasiswa, kumpulan orang Indonesia yang ada di Berlin.

Pada 21 September dilanjutkan dengan workshop di Mainfeld Frankfurt, kemudian konser (22/9) di Mainfeld Frankfurt dalam acara bertajuk Indonesia Raya Bersatu yang ditangani oleh Mas Aci. "Konser di Mainfeld Frankfurt jadi konser penutup untuk selanjutnya balik ke Bali," urai Gus Mantra.

Latihan akhir dan live track recording sejumlah lagu yang akan dibawakan untuk tur Eropa sudah rampung dilaksanakan di Studio Pregina Sanur. Lagu-lagu Bali Blues Brothers, terutama 'Mejura' sudah mulai diputar di penerbangan  pesawat Garuda Indonesia Airways.

Gus Mantra yang ditemani Krisna, Gede Kurniawan, Bobi Dinar, Sandi, dan Gus Teja, menegaskan aksinya ini sebagai duta untuk potensi Bali dengan misi budaya-kreatif yang berakar heritage (warisan leluhur).

"Tak hanya heritage, ada budaya kreatif agar Bali tidak kehilangan arah karena mengacu ke warisan budaya leluhur," ujar owner Pregina Art & Showbiz Bali ini.

Selain lagu Mejura yang sudah disiapkan, ada lagu Fly Away, Morning of The World, Reef Spirit, Holding Hand (For Uuniverse), The 5th, Unify (Gus Teja). Sebagian besar lagu yang dibawakan adalah karya personel Bali Blues Brothers yang diaransemen indah, sekaligus akan mengingatkan pendengar bakal terbayang dengan alam, budaya, dan adat istiadat di Bali yang dikenal dengan nama Pulau Dewata, juga dijuluki Island of Paradise.

(bx/rin/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia