Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Siswa SMA Negeri 1 Bangli Kerasukan Makhluk Halus Penunggu Batu

03 September 2019, 18: 11: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Siswa SMA Negeri 1 Bangli Kerasukan Makhluk Halus Penunggu Batu

TEMPAT MAKHLUK HALUS: Guru Agama Hindu SMA Negeri 1 Bangli I Made Sukadana menunjuk batu yang diyakini tempat makhluk halus “penunggu” sekolah. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - SMA Negeri 1 Bangli geger. Pasalnya, tiga orang siswa mengalami kerasukan, Selasa (3/9). Ketiganya siswa kelas XII Bahasa, yaitu Ni Komang Purnamayanti, Putu Angelita Amellya Putri dan Putu Dita Putri Sagita.

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), ketiga siswa putri tersebut kerasukan dalam waktu hampir bersamaan. Sekitar pukul 09.00. Saat itu, kelas tersebut baru selesai mengikuti pelajaran bahasa Indonesia. Tiba-tiba ketiga siswa kerasukan. Mereka berteriak histeris. Setelah berhasil ditenangkan guru agama Hindu I Made Sukadana, ketiga siswa langsung dipulangkan. “Hanya tiga siswa itu yang dipulangkan. Siswa lainnya belajar seperti biasa,” ungkap Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bangli I Wayan Suarya.

Sukadana menambahkan, siswa tersebut diyakini kerasukan makhluk halus yang selama ini menjadi “penunggu” di sekolah yang beralamat di Jalan Brigjen Ngurah Rai tersebut. Dalam kondisi kerasukan, ketiga siswa minta permen. “Siswa kerasukan makhluk halus. Hanya minta permen,” terang Sukadana.

Menurutnya, kerasukan bukan pertama kali terjadi. Sekitar 3 tahun lalu siswa setempat sering kerasukan. Biasanya terjadi sore hari. Kejadian itu membuat pihak sekolah memutuskan nangkil ke Ida Pedanda Putu Kediri dari gria Selat, Bangli. “Atas petunjuk beliau, pihak sekolah menempatkan batu lempeh di pojok barat laut,” ujar Sukadana. Batu lempeh tersebut dipercaya tempat makhlus halus yang sering mengganggu siswa di sana. Setiap hari pihak sekolah ngaturang canang di sana. Ada yang ngaturang kopi dan jajan. Semenjak ditempatkan batu tersebut, baru kali ini ada kerasukan lagi. “Mungkin kurang sesajen. Seperti yang disampaikan siswa kerasukan, mintanya permen. Sudah kami haturkan permen di sana,” tegasnya.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia