Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Keluarga Pasien Mengamuk, RSUD Negara Bantah Telantarkan Pasien Hamil

03 September 2019, 21: 15: 55 WIB | editor : Nyoman Suarna

Keluarga Pasien Mengamuk, RSUD Negara Bantah Telantarkan Pasien Hamil

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSUD Negara Dr. I Gede Ambara Putra (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Adanya keluarga pasien yang mengamuk di IGD RSUD Negara, Senin (2/9) malam, direspon cepat pihak rumah sakit. Tudingan salah satu pihak keluarga pasien pada malam itu yang menilai pelayanan pihak rumah sakit plat merah di Bumi Mekepung ini kurang maksimal sehingga terkesan menelantarkan pasien, dibantah keras pihak rumah sakit.

Melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu Dr. I Gede Ambara Putra,  pihak RSUD Negara dengan tegas mengatakan, pihaknya sama sekali tidak menelantarkan pasien seperti yang dituduhkan pihak keluarga. Bahkan dijelaskan Ambara, pihaknya saat itu tetap melayani dan memeriksa kondisi pasien, termasuk diberikan pengantar untuk dibawa pagi ini (Selasa, 3/9) ke poliklinik. “Tidak ada penelantaran pasien. Sama sekali tidak ada. Kami selalu mengutamakan pelayanan,” ujar Ambara yang pagi itu didampingi perawat dan juga dokter jaga IGD RSUD Negara yang menangani pasien sejak tiba di rumah sakit.

Lebih lanjut dijelaskan Ambara, pasien datang pertama kali ke IGD, Senin (2/9) pagi sekitar pukul 10.00 wita dengan membawa surat pengantar dari salah satu dokter spesialis kandungan dengan diagnosa KJDR (kematian janin dalam rahim).

Surat pengantar tersebut ditujukan ke dokter spesialis kandungan di poliklinik. Selanjutnya oleh petugas di IGD, sesuai prosedur, pasien diarahkan ke poliklinik sesuai dengan surat pengantar yang mereka bawa. Namun sebelum ke poliklinik, petugas pendaftaran di IGD sempat membantu pasien melakukan pengecekan kartu BPJS karena saat itu keluarga pasien mengatakan akan menggunakan BPJS.

Setelah dicek, pasien memang terdaftar sebagai peserta BPJS non PBI yang preminya ternyata masih ada tunggakan. Kemudian oleh petugas di IGD, pihak pasien diberikan penjelasan terkait prosedur pengobatan apabila menggunakan BPJS mulai dari rujukan faskes pertama serta pelunasan tunggakan premi.

Selanjutnya pihak pasien memilih untuk menyelesaikan lebih dulu tunggakan premi tersebut ke kantor BPJS Kesehatan yang ada di timur IGD sebelum ke poliklinik. Selesai mengurus kartu BPJS sekitar pukul 13.30 wita mereka datang lagi ke IGD karena poliklinik sudah tutup. “Memang, poli kami tutup pukul 13.00 wita, sehingga pasien tersebut datang ke IGD. Selama di IGD, kami layani pemeriksaannya. Dan dari sanalah kami sarankan dan jelaskan ke pasien bahwa besok pasien bisa datang lagi ke poliklinik,” terangnya.

Ambara menambahkan, dari hasil pemeriksaan di IGD siang itu, dalam temuan petugas memang pasien tidak harus mendapatkan penanganan segera. Untuk itu pasien sudah dipulangkan dan disarankan kembali esok harinya ke polikinik, karena pasien ini tidak gawat darurat. Kondisi tersebut sudah dijelaskan kepada pasien suami istri dan mereka saat itu sudah memahami penjelasan petugas bahkan sudah tandatangan. “Apalagi sebelumnya pasien sudah sempat ke dokter spesialis juga. Dan dari dokter spesialis ini juga mengatakan kondisi ini tidak gawat darurat sehingga  dirujuk ke poliklinik. Jadi penanganan kami sudah sesuai prosedur. Hanya saja keluarga pasien kurang memahami ini sehingga dikira menelantarkan,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada Senin malam salah seorang keluarga pasien terlihat mengamuk di IGD RSUD Negara. Pria yang belakangan diketahui bernama Made Suweca asal Tegal Badeng Timur itu tidak terima dan mengaku kecewa dengan pelayanan tim medis di IGD RSUD Negara yang diduga menelantarkan menantunya, Ni Komang Sutiani yang saat itu tengah hamil 6 bulan yang didiagnosa janin dalam kandungannya telah meninggal. Kejadian tersebut sempat menarik perhatian pasien serta penunggu pasien yang kebetulan lewat di depan IGD.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia