Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Features

Menengok Instalasi Anyaman Bambu Maskot Porprov Bali 2019

04 September 2019, 18: 46: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Menengok Instalasi Anyaman Bambu Maskot Porprov Bali 2019

DIPASANG: Instalasi anyaman bambu berbentuk maskot Porprov 'Siteng' dipasang di areal GWS, Rabu (4/9). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

Pembukaan Porprov Bali XIV/2019 akan dilaksanakan tanggal 9 September 2019 mendatang dan dipusatkan di areal Garuda Wisnu Serasi (GWS), Tabanan. Berbagai acara pun akan digelar untuk memeriahkan event olahraga terbesar di Bali ini. Dan yang tak kalah menarik perhatian adalah dipasangnya instalasi ayaman bambu berbentuk maskot Porprov Bali XIV/2019 yaitu 'Siteng'.

DEWA RASTANA, Tabanan

PERSIAPAN pembukaan memang belum nampak di areal GWS Rabu (4/9), namun sejumlah pria nampak sibuk berkutat dengan bambu. Mereka ternyata tengah menyelesaikan instalasi anyaman bambu berbentuk maskot Porprov Bali XIV/2019 yang akan digunakan dalam pembukaan nanti.

Maskot Porprov Bali XIV/2018 'Siteng' terlihat berdiri gagah sambil memegang obor. Nantinya obor tersebut akan dinyalakan saat pembukaan.

Adalah Wayan Sudarna Putra, 43, seniman instalasi bambu yang menggarap karya luar biasa tersebut. Pria kelahiran Ubud yang sudah menetap lama di Tabanan itu menuturkan bahwa instalasi anyaman bambu tersebut ia kerjakan sejak tanggal 18 Agustus 2019 lalu dibantu oleh 6 orang rekannya. "Prosesnya memakan waktu sekitar 10 hari," ujarnya.

Ia menambahkan jika pengerjaan dilakukan sepanjang hari, bahkan sampai lembur karena deadline yang cukup mendesak. "Seharusnya tanggal 1 September kemarin sudah dipasang, tetapi kita menyesuaikan dengan pembuat plat obornya, sehingga kita pasang hari ini (kemarin,Red)," sambungnya.

Untuk membuat anyaman setinggi 6 meter dengan lebar 2,5 meter itu, pria yang akrab disapa Nano itu menghabiskan 10 batang bambu jenis Tiying Tali. Pria yang sudah sering membuat instalasi seni dari anyaman bambu itu pun mengaku tak menemui kendala berarti dalam pembuatan anyaman Siteng kali ini. "Rangka pokoknya dari besi sesuai permintaan KONI, kemudian untuk anyamannya kita menghabiskan 10 batang bambu. Dan sejauh ini tidak ada kendala, mungkin terkendala waktu saja," lanjut ayah dua orang anak tersebut.

Anyaman bambu tersebut selanjutnya tidak dicat namun hanya di vernis saja untuk menonjolkan karakter asli bambu.

Dilanjutkannya, untuk pembuatan plat obor dikerjakan oleh ahlinya sehingga nanti ketika obor disulut tidak membuat bambu terbakar.  "Jadi untuk pengapiannya dikerjakan oleh ahlinya menggunakan plat yang tebal sehingga nanti api arahnya keatas, mudah-mudahan berjalan sesuai rencana," tukasnya.

Nano sendiri merupakan lulusan ISI Yogyakarta yang sudah bergelut di bidang instalasi bambu sejak tahun 2013. Diawali dengan project lingkungan yang ia ambil, kini dirinya sudah beberapa kali terlibat dalam pembuatan instalasi bambu dibeberapa event di Tabanan. Dari situ lah, KONI Tabanan kemudian menghubungi dirinya dan menyampaikan maksud untuk dapat bekerjasama dalam pembuatan instalasi tersebut. "Jadi kita tidak perlu banyak bicara dan langsung bekerja membuat instalasi ini," papar pria yang tinggal di Perumahan Sanggulan, Kediri, Tabanan tersebut. 

Ia pun berharap pelaksanaan Porprov Bali XIV/2019 dapat berjalan dengan sukses dan lancar, serta menjadi Porprov terbaik sepanjang masa yang pernah digelar.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia