Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Diserbu NTB, Harga Bawang Kintamani Anjlok

04 September 2019, 19: 13: 09 WIB | editor : Nyoman Suarna

Diserbu NTB, Harga Bawang Kintamani Anjlok

PANEN: Petani di Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kecamatan Kintamani memanen bawang, Rabu (4/9). (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Harga bawang merah di tingkat petani pinggiran Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli tergolong murah, yaitu di kisaran Rp 10 ribu per kilogram. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Hal itu disampaikan petani bawang asal Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding I Ketut Sujendra. “Rugi sih tidak, tapi untungnya sangat tipis,” ungkap Sujendra.  

Ditemui saat panen bawang, Rabu (4/9), Sujendra mengatakan, harga bawang Kintamani murah akibat serbuan bawang dari luar Bali. Salah satunya dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sehingga harga bawang asal pinggiran danau tersebut harus bersaing.

“Sekarang ini panen raya. Harga semakin murah. Selain karena bawang dari Kintamani banyak, bawang dari luar Bali juga melimpah. Itu yang bikin semakin murah,” ujar petani berusia 58 tahun ini.

Agar tak merugi, petani menyiasati dengan menyimpan bawang lebih lama, karena semakin lama disimpan, bawang semakin bagus lantaran sudah kering. “Kami akan simpan 2-3 minggu. Siapa tahu nanti dapat harga lebih mahal,” kata petani yang memiliki lahan sekitar 8 are.

Hal serupa juga diungkapkan salah seorang petani bawang asal Desa Terunyan I Made Tusan,38. Bawang dari luar Bali yang beredar di pasar membuat harga bawang petani pinggiran Danau Batur menjadi murah. Namun, khusus untuk petani bawang di Desa Terunyan, belum memasuki masa panen. Berbeda dengan di Abang Batudinding. “Walaupun desanya berdekatan, tapi panennya tidak barengan. Semoga saja dengan panen giliran ini harga bisa lebih mahal,” ujar Tusan.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia