Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Balawan Risau Jelang Tampil di ISF New York

04 September 2019, 21: 13: 28 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Balawan Risau Jelang Tampil di ISF New York

KOLABORASI : Balawan yang tampil kolaborasi dengan Berklee Indonesian Ensemble (BIE) membawakan lagu-lagu daerah Balawan Risau Jelang Tampil di ISF New York. (ISTIMEWA)

Share this      

MUSISI kelahiran Gianyar, Wayan Balawan, tak biasanya gundah jelang tampil di ajang berskala internasional, karena sudah terbiasa beraksi, bernyanyi, dan bermain gitar dengan touch tapping style.

Namun, kali ini harus diakui hatinya memang risau jelang beraksi di Indonesian Street Festival (ISF) kelima kali di New York, Amerika Serikat, pekan kemarin.

Pasalnya, gitar double neck kesayangan pria kelahiran Gianyar, Bali, 9 September 1973 ini, tidak turut berlabuh di Bandara New York, Amerika Serikat ketika dicek di bagian bagasi.

"Benar-benar resah karena kali ini kejadian pertama gitar nyangkut di terminal Bandara Qatar," terang Balawan yang kian eksis dengan grup Batuan Ethnic Fusion yang mengusung eksplorasi musik tradisional Bali ini.

"Antisipasi dilakukan untuk atasi keadaan, namun tidak ada gitar double neck di sini," papar Balawan kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) dari New York, Rabu (4/9) kemarin.

Gitaris yang dijuluki Magic Fingers ini hanya berharap diberikan yang terbaik di ajang yang diprakarsai Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York, Amerika Serikat.

Tak disanggah bahwa gitar double neck sudah menjadi bagian roh bermusik pria yang tahun kemarin memperkenalkan dua rekaman dalam format CD audio sekaligus, yakni album instrumental Bali Gamelan Orchestra (BGO), dan album keroncong jazz yang menampilkan istrinya, Mustikara.

Apalagi gitar modelnya itu jadi ikon gitar replika dengan ukuran cukup besar yang dibuat berbentuk tugu di pelataran Hard Rock Cafe Bali. Namun, bagaimanapun keadaannya, but show must go on.

Dan, beruntungnya, gitar yang sebelumnya harus direlakan 'ngambul' dan sudah hopeless, ternyata datang jelang pentas.

Tentu saja pria yang punya Balawan Music Training Centre ini sangat senang. Tampilannya yang juga diiringi band anak-anak Indonesia yang kuliah di Berklee berlangsung sukses.

Dua bulan belakangan ini, Balawan yang kian asyik memainkan harmonika ini, punya agenda pentas di luar negeri yang sangat padat. Mulai dari Korea, Jepang, Jerman Equador, Auatralia, dan Amerika Serikat.

Kejadian tertinggalnya alat musik untuk grup sejatinya bukan pertama kali terjadi. "Maret kemarin gambelan Gangsa yang tidak mulus ikut perjalan tur di Equador,” papar Balawan.

Masalah tersebut tak membuat sangat risau, tinimbang soal gitar double neck-nya yang nyangkut.

Pasalnya, selain sulit mencari peranti setara, otak dan skill Balawan memang separuhnya nyangkut di gitar kesayangannya itu. Kalau Balawan tidak 'nyakcak' gitat double neck-nya dan bermain dengan cara tapping, rasanya ada yang kurang. Karena ciri khasnya tak tersuguhkan.

Meski grup akhirnya main tanpa Gangsa di Equador, lanjutnya, masih bisa jalan maksimal. Dianggap tak terlalu bikin pusing, karena gitar double neck-nya bisa menjelma menyuarakan gambelan. "Sekarang sudah aman. Tinggal main lagi," paparnya.

Balawan dan tim empat orang dari Bali harus bertahan di Amerika Serikat karena akan kembali pentas di Houston, Texas, pekan ini. ISF New York 2019 yang dihelat 31 Agustus 2019 lalu berlangsung sukses.

Ribuan New Yorker memadati lokasi ISF yang digelar di 68th Street Manhattan. Antusiasme pengunjung memenuhi jalanan saat Berklee Indonesian Ensemble (BIE) membawakan lagu-lagu daerah dalam nuansa musik jazz.

Pertunjukan diakhiri dengan kolaborasi Balawan-BIE yang membuat pengunjung riang bergoyang. "Selain memperingati HUT RI Ke-74, ISF New York juga menjadi selebrasi bersama 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat.

“Makanya, acara ini diberi tajuk Seventybration- Celebrating Diversity, Partnership, and Prosperity," pungkas Balawan.

(bx/rin/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia