Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Wabup Suiasa Ngrastitiang Karya Mamungkah di Banjar Teguan, Punggul

04 September 2019, 22: 38: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wabup Suiasa Ngrastitiang Karya Mamungkah di Banjar Teguan, Punggul

KARYA: Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri karya melaspas lan mupuk padagingan di Pura Melanting Banjar Adat Teguan, Desa Adat Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (3/9). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Krama Banjar Adat Teguan, Desa Adat Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (3/9) melaksanakan upacara melaspas lan mupuk padagingan di Pura Melanting banjar setempat. Upacara yang dipuput Ida Pedanda Putu Peling Griya Batubulan dan Ida Pedanda Gede Griya Pesraman Darmasaba merupakan rangkaian Karya Mamungkah, Wraspati Kalpa, Mapadususan Alit, di Pura Melanting, Banjar Adat Teguan, yang puncaknya dilaksanakan bertepatan pada Tumpek Klurut, Sabtu 7 September.

Kehadiran Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Camat Abiansemal IGN Surya Jaya, Perbekel Punggul Kadek Sukarma dan Bendesa Adat Punggul Nyoman Murjana dalam upacara tersebut bertujuan ngrastitiang karya. Pada kesempatan itu, Wabup Suiasa melaksanakan persembahyangan serta menyerahkan dana upakara sebesar Rp 400 juta.

Wabup Suiasa mengatakan, kehadirannya selaku pemerintah pada karya ini sebagai wujud dukungan kepada krama, sekaligus ikut ngrastitiang atau mendoakan supaya ‘keutamaan’ karya meningkat. “Kami ikut ngrastitiang agar karya menjadi utama, dapat berjalan dengan baik, dan semoga krama banjar selalu mendapatkan keselamatan,” jelas Suiasa. 

Menurut Kelian Adat Banjar Teguan I Gusti Ngurah Ketut Wedastra, karya ini didasari atas paruman dan kesepakatan krama Banjar Teguan. Karya ini juga digelar, seiring telah rampungnya pembangunan balai banjar termasuk palinggih melanting, bale kulkul dan jineng. “Pembangunan ini telah mendapat bantuan bapak Bupati Badung sebesar Rp 1 miliar di tahun 2018. Setelah rampung, krama sepakat untuk melaksanakan karya ini,” terangnya.

Upacara tersebut, lanjutnya, telah dimulai sejak 1 Juli 2019 lalu, mulai dengan matur piuning. Upacara tawur telah dilaksanakan pada 2 September, dilanjutkan melaspas, mupuk padagingan dan caru rsi gana pada 3 September. Upacara melasti ke Segara Batu Bolong pada 4 September, dan puncak karya 7 September. “Dari puncak karya, Ida Bhatara nyejer selama 11 hari, dan masineb 18 September nanti,” tandasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia