Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Jadi Model Plus Size, Vivian Love Bermodal Mental dan Percaya Diri

05 September 2019, 10: 53: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jadi Model Plus Size, Vivian Love Bermodal Mental dan Percaya Diri

TERSERAH : Via tak tanggapi tudingan miring soal profesinya. Terserah menilai karena yang penting adalah sikap profesional. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Punya tubuh plus size tak menghalangi  wanita  untuk eksis di dunia entertainment. Khusus di dunia modeling, wanita yang memiliki bentuk tidak biasa layaknya talent model seksi bertubuh ideal, juga  mampu menjaring pekerjaan kompetitif.

Terbukti banyak pula yang sukses menjadi endorser brand busana hingga make-up atau produk fashion kecantikan lainnya. Dan, di Indonesia  cukup banyak selebgram plus size yang juga menginspirasi para follower-nya.

Hal tersebut turut diperlihatkan  salah satu sosok dara kelahiran Bali, Vivian Love Staria. Keseriusannya selama menjalani peran sebagai seorang model, terbilang sangat menantang. Pertama-tama dari segi fisik, perempuan yang kini sudah menetap di Jakarta ini, memiliki bentuk tubuh plus size atau berukuran besar. Kemudian yang kedua, dara cantik yang lebih akrab disapa Via ini punya keberanian menjalani sesi pemotretan berkonsep seksi, sensual, hingga nude.
Profesi yang tentu tidak mudah dilakukan oleh semua perempuan. Akan tetapi bagi Via, ada kepuasan tersendiri ketika hobi dan passion bisa tersalurkan, apalagi menghasilkan fulus. "Ya, mungkin profesi ini masih awal ya, karena baru sembilan bulan saya geluti dunia model. Apalagi mengusung konsep seksi. Tapi itu tadi, aku merasa santai dan dibawa happy, karena pekerjaan ini juga hobi sekaligus passion aku,” tutur Via saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) saat berlibur di Bali beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, kunci utama yang memang wajib dimiliki Via selama melakoni peran sebagai seksi model adalah punya mental dan kepercayaan diri. Sebab, tidak semua perempuan mengeksplor lebih kemampuannya ketika bentuk tubuh plus size diperlihatkan. Belum lagi jika harus berhadapan dengan konsep foto seksi atau nude yang memang lebih terbuka. Selain itu, alasan lain sehingga dara kelahiran 26 Januari 1995 tersebut, kepincut merambah karir sebagai foto model dikarenakan tren dan perkembangan dunia fashion kian memberi ruang kepada siapa saja untuk memperlihatkan ciri khas dan identitas.


Meski sekalipun bagi kaum hawa yang memiliki bentuk tubuh plus size. Motivasi Via  sehingga berani tampil seksi, meski dengan postur tubuh bongsor adalah kepercayan diri.  "Memang terbukti, sejauh yang aku lihat akhir-akhir ini, ada banyak fotografi yang tertarik untuk melibatkan peran model seperti kita,” imbuhnya.


Meski demikian, Via tidak menjamin jika profesi foto model yang ia geluti sesuai dengan hobinya ini bisa menjanjikan secara finansial. Selain tidak terjadwal layaknya talent dalam sebuah agency modeling, lanjutnya, permintaan pasar untuk melibatkan perannya sebagai brand ambasador tak menentu. Akan tetapi, sejauh perjalanannya selama sembilan bulan, ia cukup menerima banyak tawaran, bahkan dengan bayaran yang cukup besar. “Sekali foto dengan konsep nude ataupun seksi, biasanya aku beri harga yang sesuai ya. Mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Cuman itu tadi, belum bisa dipastikan menjanjikan karena tergantung tawaran job yang tidak terjadwal. Apalagi, profesi ini mandiri aku tangani,” aku Via.


Ketika ditanya seperti apa cara Via agar tetap eksis dan menarik perhatian fotografi untuk bisa terlibat di dunia foto model, wanita berusia 24 tahun tersebut dengan tegas mengatakan hanya butuh sikap profesional. "Konsisten, memberikan standar harga yang sesui dengan peran dan tetap bertahan dari beragam tantangan, merupakan langkah yang tepat," ujarnya. Tak disanggahnya, ia kerap mendapat tudingan  miring dari sebagian masyarakat yang memang bisa mengganggu konsentrasi dan konsistensi sebagai  foto model seksi.


“Biasanya, ada rasa canggung dan sedikit malu ketika bertemu fotografi yang beda-beda ya. Tapi it's okay itu udah kerjaan. Jadi aku bawa happy aja. Terus harus berhadapan dengan tingkah fotografi yang aneh-aneh pasti ada. Tapi kembali lagi, aku tetap profesional sesuai dengan track-nya sendiri. Begitu juga ketika aku harus berhadapan dengan anggapan negatif dari orang-orang. Buat aku ya cuek aja. Mereka kan bebas mau kasih stigma sepeti apa saja terserah, karena selama ini aku yang jalanin untuk hidup sendiri. Jadi no comment aja,” tutup Via.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia