Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pergoki Suami Selingkuh, Polwan Dianiaya

05 September 2019, 22: 35: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pergoki Suami Selingkuh, Polwan Dianiaya

ilustrasi (DOK.JAWA POS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suami terhadap istri berujung di kepolisian. Menariknya, keduanya sama-sama aparat negara. Pelakunya adalah oknum aparatur sipil negara (ASN) yang berinisial M terhadap istrinya berinisial E, yang merupakan Polwan di lingkungan Polres Gianyar. Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Gianyar.

Dikonfirmasi soal itu, Kasat Intel Poslres Gianyar AKP IB Dana Ginawa membenarkan anggotanya seorang polwan di satuan Intel Polres Gianyar melaporkan kasus KDRT. Dijelaskan juga, saat ini kasus tersebut sudah ditangani Satreskrim Polres Gianyar. “Ia benar, sudah melaporkan KDRT,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor beberapa hari lalu. Menurut informasi, terlapor yang bertubuh kekar itu sempat menunda-nunda panggilan polisi. Akhirnya ia mau datang ke Mapolres Gianyar untuk menjalani pemeriksaan beberapa hari lalu. “Beberapa hari lalu dia diperiksa, Senin kalau tidak salah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan kasus KDRT tersebut terjadi pasca ASN bernisial M kepergok dengan selingkuhan di sebuah penginapan seputaran Denpasar beberapa bulan lalu. Paska penggerebekan beberapa bulan lalu itu, diketahui terlapor sempat cekcok dengan istrinya berinisial E tersebut. Sampai berujung pada aksi pemukulan terhadap polwan yang kini bertugas di satuan Intel Polres Gianyar itu. “Terlapor melakukan pemukulan di bagian tubuh istrinya,” tandasnya.

Ia menambahkan, saat ini masih dibuka kesempatan mediasi. Jika kedua belah pihak mengupayakan perdamaian. “Upaya  mediasi untuk damai kita persilakan, tetapi bukan kami yang memfasilitasi mediasi tersebut. Tetapi sampai Kamis sore ini, pelapor belum ada tanda-tanda mencabut laporan,” imbuhnya.  Begitu juga jika kasus itu terus berlanjut, terlapor yang diketahui masih tercatat ASN di Pemprov Bali ini diancam Undang-undang KDRT No. 23 tahun 2004 dengan ancaman 5 tahun penjara.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia