Jumat, 20 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Serati Banten Dilatih dan Diberikan Filosofi Upakara

06 September 2019, 23: 04: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Serati Banten Dilatih dan Diberikan Filosofi Upakara

PELATIHAN: Serati banten di Kecamatan Ubud mengikuti pelatihan pembuatan banten, di Banjar Nagi, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Jumat (6/9). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Setiap desa di Bali tentunya memiliki serati banten yang bertugas mengarahkan sekaligus mempersiapan upakara yang dihaturkan. Namun secara filosofi dan maknanya, belum tentu pula serati banten mendalaminya secara rinci.  Untuk itu, khusus di Kecamatan Ubud, Jumat (6/9), para serati banten ini pun diberikan pelatihan dan pemahaman filosofinya banten-banten yang dibuat di Banjar Nagi, Desa Petulu, Ubud.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba menjelaskan, kegiatan itu baru pertama kali dilakukan di Ubud. Namun ke depannya akan berkelanjutan dengan desa-desa lainnya yang ada di Gianyar.

“Ini bukan untuk menyamakan bentuk dari banten yang dibuat, melainkan harus tahu makna dan filosifinya terlebih dahulu. Karena dari bentuk itu bisa berbeda di masing-masing desa, sesuai dresta,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida bagus Oka mengatakan, tujuan yang terpenting dari pelatihan tersebut adalah sebagai pemahaman tattwa, susila, dan upakara yang ada. Dengan demikian, setiap serati banten yang ada, ketika ditanya masyarakat, mereka tahu dan paham betul dengan apa yang dibuat dan akan dihaturkan itu. Sehingga sumber daya manusia umat Hindu menjadi berkualitas, tanpa harus menjawab mula keto.

“Ini kegiatan kami yang pertama tentang pelatihan serati banten di Ubud. Tetapi ini akan terus berkelanjutan, agar secara bertahap bisa meningkatkan SDM yang ada,” tandasnya.

Sementara itu, Putu Masriani, salah satu peserta mengaku, selama pelatihan itu dia membuat banten prayascita. Secara umum memang tampak sama, tetapi keseluruhan komponen banten itu tidak semua tahu dan hafal dengan maknanya. Sehingga saat pelatihan tersebut, dibahas satu per satu agar serati banten mengetahui fungsi banten yang dibuat tersebut.

“Itu dibedah di sini, agar kami tahu fungsi dan maknanya itu untuk apa. Sehingga ketika ditanya nanti di masyarakat kami lebih luwes menjawabnya,” imbuh Masri.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia