Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Features

Ikan Hias Depan Rumah; Dirancang Jadi Desa Wisata, Pakannya Roti Sisa

07 September 2019, 07: 53: 54 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ikan Hias Depan Rumah; Dirancang Jadi Desa Wisata, Pakannya Roti Sisa

IKAN: Salah satu warga memberikan pakan ikan di sepanjang telabah Subak Dukuh di Banjar Bangunliman, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Kamis (5/9). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

Sebanyak 800-an ikan di aliran Subak Dukuh, Banjar Bangunliman, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh layaknya sudah menjadi bagian masyarakat setempat. Keluar rumah disambut ikan indah. Sehingga kedepan, pihak desa akan mejadikan lokasi itu sebagai desa wisata di Desa Buruan.

PUTU ADE GRANTIKA, Gianyar

HAL itu terungkap saat Bali Express (Jawa Pos Group) mewawancarai Sekretaris Desa, I Ketut Sumardika, Kamis (5/9). Ia mengaku sudah beberapa kali dilakukannya rapat koordinasi dan perencanaan, bagaimana kedepannya dengan peluang yang ada itu supaya bisa menjadi daya tarik untuk wisata. “Sudah diajukan itu mau seperti apa nantinya, agar menarik minat pengunjung, entah ditata atau bagaiamana karena ini peluang untuk desa wisata,” ungkapnya.

Pria asli Banjar Bangunliman itu pun mengaku rencana itu baru sebatas perencanaan saja. Belum lagi pihaknya akan membuat sebuah kajian, dan lengkapnya bagaiamana agar kedepannya ada bayangan. Mengingat dengan adanya budidaya ikan seperti sekarang ini merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk memperkenalkan desanya.  Selain itu juga dapat dimanfaatkan oleh warga untuk menambah pemasukkan desa, khususnya yang memiliki warung di sepanjang aliran sungai Subak Dukuh itu.

“Selain penataan tempat dan ruang, kita juga membutuhkan dengan regenerasi dari ikan – ikan yang ada. Yang sudah besar dan tua kita bawa kemana, sehingga selanjutnya bisa kita isi lagi dengan bibit-bibit yang baru, dengan demikian sepajang sungai akan tampak lebih berwarna dengan bermunculnya ikan-ikan tersebut,” tandas dia.

Sejauh ini, Sumardika mengaku masih mengalami beberapa kendala yang kerap ditemuinya. Kendala yang paling susah ditangani adalah masyarakat yang masih belum sadar akan lingkungannya. Pasalnya meraka yang memiliki rumah dekat sungai tersebut masih saja ada yang membuang sampah. Meski secara kucing-kucingan, Sumardika pun masih mencari langkah meyadarkan lagi.

“Kalau himbauan sudah kita pajang juga setiap sekat malah. Selain dilarang memancing ikan, juga diisi dilarang membuang sampah di sungai. Namun masih ada saja sampah nyangkut di sekat-sekat yang kita pasang itu,” bebernya.

Sedangkan sekat-sekat itu berfungsi untuk mengetahui tinggiya air. Khususnya ketika musim penghujan datang air yang lokasinya lebih tinggi dari pekarangan warga kerap meluber dan mengakibatkan banjir. Makanya pada ujung selokan diisi alat pengatur besar-kecilnya air yang mengalir. “Di sini rumah warga lebih rendah dari pada selokan, makanya kita isi pengatur itu. Supaya  tidak menjadi banjir saat hujan,” imbuhnya.

Ditemui terpisah, salah satu warga yang bernama I Komang Suardika merupakan warga yang pemberi makan ikan-ikan tersebut. Dia menyampaikan ratusan ikan yang ada makannya tidak tentu bahkan tidak teratur. Karena setiap ada orang yang makan di rumahnya, sisa-sisa makanan pasti bawa ke luar rumah untuk diberika ikan.

Namun berbeda dengan dirinya, ia sengaja memesan sisa roti dari restaurant yang ada di Ubud khusus akan diberikan ikan-ikan yang ada di depan rumahnya itu. “Kalau saya biasanya beri makan pagi dan sore, makannya juga roti yang saya pesan dari teman distributor roti ke  Ubud. Sisa –sisanya itu saya beli untuk diberikan ikan ini,” ungkapnya.

Ratusan ikan itu pun sempat dikatakan hilang beberapa, karena saat memberi makan mereka tidak nampak ke permukaan air. “Saking seringnya kita beri makan pasti tau mana yang ada dan mana yang ilang. Kemarin sempat mujair ilang kurang lebih 10, karena saya kasi makan pada sisi selatan saja sudah hafal, dan mereka lama tidak nongol,” tandas Suardika.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia