Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Petani Galau, Puluhan Hektare Sawah di Mengwi Alami Kekeringan

07 September 2019, 08: 18: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Petani Galau, Puluhan Hektare Sawah di Mengwi Alami Kekeringan

MENGERING: Puluhan hektare sawah di Subak Tungkub Dalem, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi mengering akibat kekurangan air, Jumat (6/9). (SURPA ADISASTRA/BALI EXRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Kemarau panjang mulai berdampak di Kabupaten Badung. Puluhan hektare sawah di Subak Tungkub Dalem, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi mengalami kekurangan air. Jika kondisi tersebut berlangsung lama, petani khawatir padi-padi mereka terancam mati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan Jumat (6/9) kemarin, debit air menurun sejak awal Agustus lalu. Air sempat mengalir saat masa tanam, namun terputus di tengah jalan. “Pas nanam, airnya ngalir. Setelah itu mengecil, lalu kering sampai sekarang. Padahal padi sudah berusia sekitar dua bulan,” ujar salah seorang petani, Ketut Adikarta, yang menggarap sekitar 40 are sawah setempat.

Adikarta menduga, ada kerusakan di bagian hulu. Namun saat ini dirinya tak bisa berbuat banyak. Hanya menunggu. Sebab, dia sempat mendengar informasi akan ada perbaikan. Sayangnya tak kunjung terealisasi. “Katanya Agustus ada proyek perbaikan. Tapi sampai sekarang belum ada,” katanya.

Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Ketut Sudarsana, belum bisa berkomntar banyak. Dia pun mengarahkan agar mengkonfirmasi langsung Kabid Prasarana, Sarana Pertanian (PSP), Nyoman Sumadi. “Memang debit air berkurang. Beberapa kawasan, seperti di Subak Tungkub Dalem, Munduk Uma Tegal dan Munduk Dukuh terdampak,” ujar Sumadi.

Lebih lanjut, Sumadi mengatakan, sebagai solusi sementara saat ini sudah disiasati pembagian air di masing-masing subak. Air dibagi secara bergilir, sehingga diharapkan semua areal persawahan teraliri. “Kemungkinan seminggu sekali air yang debit lebih besar dialirkan ke irigasi lainnya, agar tanaman bisa hidup,” tambahnya.

Di sisi lain, terkait irigasi, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, Anak Agung Gede Dalem, mengatakan, wilayah tersebut ada di bawah pengelolaan Pemprov Bali. “Wilayah Subak Tungkub Mengwi dan Kekeran termasuk daerah irigasi yang dikelola provinsi,” katanya.

Pun Gung Dalem, sapaan akrabnya memastikan tak ada pembangunan oleh Pemkab Badung di kawasan subak yang bisa berdampak pada debit air. “Kemungkinan kemarau panjang yang menyebabkan air kecil. Yang jelas dari Badung tidak ada proyek di dekat sana,” tandasnya.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia