Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Kolom

Bersama Menghadirkan Papua yang Damai tanpa Hoaks dan Provokasi

Oleh : Anggara Purista*

07 September 2019, 20: 11: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bersama Menghadirkan Papua yang Damai tanpa Hoaks dan Provokasi

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

WARGA negara mana yang menginginkan negaranya berada dalam perpecahan atau perlgolakan? Lalu warga negara mana yang menginginkan permasalahan di negaranya berlarut larut? Tak ada satu pun yang menginginkan pastinya. Termasuk warga negara Indonesia ini yang tak ingin persatuan dan kesatuannya ada yang merusak. Tapi sadar atau tidak terkadang kita lupa bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus dihargai dan dijunjung tinggi serta dihormati.

Padahal faktanya negara ini berdiri atas dasar keberagaman yang ada. Keberagaman tersebut seharusnya membuat kita lebih hebat. Membuat Indonesia sebagai satu negara yang hebat. Kita memiliki agama dan ras yang berbeda. Namun, harusnya itu membuat kita bisa saling menghargai satu sama lain.

Namun, berbagai peristiwa memperihatinkan bahwa masih terdapat pihak pihak yang terus memprovokasi serta mempertentangkan keberagsman yang ada untuk kepentingan sesat yang berakibat terjadinya pergesekan di tengsh masyarakat seperti kerusuhan yang disinyalir disebabkan oleh pernyataan rasis terhadap orang Papua. Kerusuhan yang dipicu oleh persoalan ujaran kebencian yang menyinggung perasaan masyarakat asli papua.

Percaya atau tidak, ujaran kebencian tersebut memicu persoalan lama yang dirasakan masyarakat Papua hingga meminginkan berpisah dengan Indonesia. Terlebih provokasi yang ada di media sosial semakin masif. Dengan berbagai berita hoax dan provokasi yang dilakukan pihak pihak yang selalu ingin menghancurkan bangsa Indonesia. Hal ini dapat di pastikan bahwa Infonesia yang kaya ini menjadi target pihak tertentu ysng ingin menguasai segala kekayaan yang ada di bumi Indonesia.

Di samping itu kerusuhan yang terjadi di Papua tak terlepas dari csmpur tangan pihsk asing maupun pihak dari dalam yang dilakukan dengan menyebarkan hoaks di media sosial. Tak sedikit propaganda sesat timbul dari berbagai pihak baik luar maupun dalam, tujuannya adalah untuk membuat instabilitas Papua. Melihat hal ini jelas semakin memperkeruh kondisi di Papua dan Papua Barat dimana pemerintah Indonesia bersama masyarakat Papua sedang giat membangun dan mrmbutuhksn situasi Papua yang damai dan kondusif.

Adanya campur tangan asing dalam upaya aksi aksi yang menuntut kemerdekaan Papua, harus dipahami semua pihak karena pihak asing yang punya kepentingan tidak akan membiarkan Indonesia utuh. Mereka akan selalu melakukan konspirasi untuk kepentingan ekonomi dan politik mereka melalui berbagai cara. Semestinya kita bisa belajar dari kasus Timor Timur yang terbukti sukses memisahkan diri dari Indonesia sebagai buah pembelajaran dari kurangnya kewaspadaan dan persatuan kita mengatasi berbagai ancaman asimetris saat ini yang dikemas dengan proses demokrasi dan bungkus isu ham yaitu hak menentukan nasib sendiri. Hal serupa saat ini tengah disuarakan pada masyarakat Papua dengan segala manuver kelompok sparatis, sehingga Papua merdeka bukanlah solusi, justru memperkuat cengkraman pihak asing, seperti yang dijelaskan Komaruddin Hidayat (Pengamst Politik) bahwa akan ada pihak yang senang dengan terlepasnya Papua. Sesungguhnnya ini hanyalah kepentingan sebagian elit politik yang bekerjasama dengan negara negara imperialis.

Maka dari itu, dibutuhkan sikap kita semua yang peduli dalam hal ini, melawan para oknum dsn provokator untuk memerangi hoaks itu sendiri. Jangan sampai mereka dengan mudah berselancar dan menebarkan informasi yang berujung propaganda sesat. Hal ini semua karena Papua adalah kita, kita adalah Indonesia. Kita bersaudara, dan marilah kita wujudkan Papua yang damai tanpa hoaks. Dengan melawan para penebar hoaks lewat tebar narasi positif bukan dengan aksi negatif.

*) Netizen/Mahasiswa Sosiologi UIN Jakarta

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia