Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pelari Asal Jepang Tewas, Jatuh di Depan Puri Blahbatuh

08 September 2019, 18: 39: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pelari Asal Jepang Tewas,  Jatuh di Depan Puri Blahbatuh

MENINGGAL : Salah satu peserta lari marathon Maybank asal Jepang, Atsushi Ono, 58, diberikan pertolongan di selatan Puri Blahbatuh, Gianyar, Minggu (8/9) sebelum akhirnya meninggal dunia. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Atsushi Ono, 58, peserta lari marathon Maybank asal Jepang jatuh di perempatan selatan Puri Blahbatuh, Gianyar, Minggu (8/9). Meski sempat diberikan pertolongan oleh tim kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar,  nyawanya tidak tertolong. Saat dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu, Saba, Blahbatuh, pelari nomor dada 1117 itu sudah dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Markas PMI Gianyar I Made Gede Lokayasa kepada Bali Express (Jawa Pos Group) mengatakan, sebanyak empat orang ditugaskan menangani para pelari. Saat jatuh, anggotanya langsung mengevakuasi korban ke trotoar untuk diberikan pertolongan medis. "Kami tangani berempat, termasuk salah seorang dokter. Saat jatuh, kami pindahkan ke pinggir jalan, tempat yang agak teduh. Kami sempat memeriksa jalan nafas dan urat nadinya," paparnya. 

Saat itu,  terang Loka,  nadi korban sudah tak berdenyut dan napasnya terhenti. Pihaknya pun langsung melakukan  Resusitasi Jantung Paru (RJP) pijit jantung. "Pijit jantung lima siklus dalam satu menit, dan dikasi oksigen. Setelah  korban mulai bernapas, kami pindahkan ke dalam ambulance dan kembali melakukan RJP sampai di RS Kasih Ibu, Saba, Blahbatuh. Namun sampai di sana, korban dinyatakan meninggal dunia," terangnya. 

Dirut RS Kasih Ibu, Saba, Blahbatuh, dr. Ngurah Buana menjelaskan, pelari yang meninggal tersebut tidak sempat diberikan penanganan di rumah sakit. Tiba di Rumah sakit, Atsushi Ono sudah dalam keadaan meninggal dunia. "Belum sempat dirawat. Datang-datang sudah meninggal dunia.  Tidak ada penanganan apa-apa. Hanya memastikan bahwa korban sudah meninggal," tandasnya. 

Kini jenazah korban ditangani Konsulat asal negaranya, di samping teman-teman korban. "Selain korban yang meninggal dunia, kami juga menangani beberapa pelari yang pingsan. Kami fokuskan di finish, karena banyak yang pingsan, penyebabnya karena kelelahan," tandasnya. 

Sementara itu, Kapolsek Blahbatuh Kompol I Ketut Dwikora membenarkan salah satu peserta lari Maybank Marathon meninggal dunia paska jatuh di selatan Puri Blahbatuh. Penyebabnya, kata Dwikora, karena kelelahan dan jantungnya lemah saat lari terlalu jauh. "Ya tadi ada yang meninggal dunia setelah jatuh di selatan Puri Blahbatuh, langsung ditolong oleh PMI Gianyar.  Korban  sudah umur juga," imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia