Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pasar Manggis Menyeramkan, Terkatung-katung 9 Tahun

08 September 2019, 19: 36: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pasar Manggis Terlihat Menyeramkan, Terkatung-katung 9 Tahun

LADANG RUMPUT: Pasar Manggis sudah lama ditinggal pedagang karena sepi pengunjung. Bangunannya mulai rusak, kemarin (8/9). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA – Keberadaan Pasar Seni Manggis di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem mubazir. Padahal pasar tersebut sudah siap beroperasi 2010 silam. Nyatanya, hingga kini pasar yang terdiri atas puluhan los itu terlihat menyeramkan.

Pantauan koran ini, Minggu (8/9), area parkir ditumbuhi rumput, begitu juga bagian dalamnya. Banyak masyarakat yang memilih mencari rumput di sana untuk pakan ternak mereka. Bagian-bagian bangunan juga kusam dan mulai lembab. 

Pemerintah setempat belum bergerak untuk membahas rencana pemanfaatan pasar tersebut. Apakah ada tindak lanjut atau masih tetap terkatung-katung. Yang jelas, Pasar Manggis adalah satu-satunya pasar yang dibangun, tetapi belum bisa menyumbang pendapatan buat daerah gumi lahar.

Pasar Seni Manggis dibangun untuk menopang keberadaan dermaga Tanah Ampo yang kini direncanakan bakal dilanjutkan pembangunannya. Terlebih lokasinya berada di zona pariwisata, seperti dekat dengan Pelabuhan Padang Bai dan Candidasa.

Menurut sumber di lokasi, masyarakat sebenarnya sudah mau berjualan. Namun saat dibuka, pengunjung sepi. Hal ini membuat keberadaan pedagang lama-kelamaan mengikis. Hingga jadilah seperti sekarang.

Kata sumber yang enggan namanya disebut ini, lokasi pasar yang berhadapan langsung dengan setra (kuburan) juga menambah kesan seram. Terlebih jika sudah memasuki sore menjelang malam.

Keterangan ini berbanding terbalik dengan salah seorang pemandu wisata asal Singaraja, Made Budiawan, 39. Budi mendukung pasar tersebut diaktifkan. Menurut dia, sejak objek wisata Bali timur kian populer, wisatawan mancanegara banyak memilih berkunjung ke Karangasem.

Jika pasar seni ini aktif, maka akan menjadi pilihan buat wisatawan berkunjung. Yang menarik, katanya, jalur untuk ke Bali timur sudah tidak lagi melalui jalur lintas kota Denpasar-Gianyar-Klungkung, tetapi langsung melalui Jalan By Pass Ida Bagus Mantra. "Lalu pasar ini menjadi yang disinggahi. Kan bisa menyamai pasar seni yang lain di Bali," usul Budi.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem Ni Made Santikawati mengaku masih mempelajari asal-usul pembangunan Pasar Manggis. Sebab, jika bicara rencana pemanfaatan pasar, dia belum mengetahui pasti.

Pejabat asal Kubu, Karangasem ini juga menyatakan, belum pernah dilakukan pembahasan soal rencana pemanfaatan kembali pasar yang lama mangkrak tersebut. Menurutnya, pemerintah masih mengkaji terkait berapa keperluan anggaran dan pertimbangannya ke depan jika pasar itu kembali dioperasikan. 

"Pasar Manggis belum tersentuh, baik dari pembahasan secara khusus penyiapan anggaran untuk rencana ke depan. Ditelantarkan sih tidak, hanya menunggu dulu untuk dibahas. Kita juga belum tahu kenapa pasar itu mangkrak," kata Santikawati yang masih menjabat asisten III Setda Karangasem ini.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia