Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sesak Nafas di TPA Mandung, Petugas Damkar Dilarikan ke UGD

08 September 2019, 21: 55: 06 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sesak Nafas di TPA Mandung, Petugas Damkar Dilarikan ke UGD

BERJUANG : Petugas Damkar Tabanan berjuang memadamkan api di TPA Mandung, Minggu (8/9). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Satu orang petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan terpaksa dilarikan ke UGD BRSU Tabanan setelah mengalami sesak nafas saat berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (8/9).

Informasi di lapangan menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita saat giliran regu III Damkar Tabanan yang melakukan pemadaman di tumpukan sampah di TPA Mandung yang terbakar sejak beberapa hari belakangan ini.

Tiba-tiba Komandan Regu (Danru) III I Gusti Ngurah Mawan lemas dan sesak nafas sehingga dilarikan ke UGD BRSU Tabanan oleh rekannya. "Saat itu ada 11 personil yang bekerja, tapi tiba-tiba Danru kami lemas dan sesak nafas, kemudian kami bawa ke UGD BRSU Tabanan," ujar Kabid IV Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Tabanan I Ketut Suardi.

Korban dibawa ke UGD BRSU Tabanan menggunakan kendaraan Kijang milik Damkar Tabanan diantar oleh tiga orang anggota Damkar. Sesampainya di UGD, korban langsung mendapatkan penanganan. "Kondisinya lemas, tensinya juga turun," imbuhnya sembari mengatakan, sekitar pukul 18.00 Wita korban diperbolehkan pulang.

Menurut Suardi, kondisi di TPA Mandung memang dipenuhi asap tebal lantaran tiupan angin kencang. Hal itu menyebabkan petugas Damkar harus berjibaku dengan asap. Parahnya, alat pelindung diri (APD) yang digunakam petugas Damkar Tabanan terbilang belum memadai. Hanya menggunakan masker biasa. "Jadi maskernya tembus, asapnya masuk ke hidung," lanjutnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih berupaya memadamkan api dengan bantuan alat berat. Ia pun berharap titik api bisa segera padam. "Kami masih terus bekerja. Dikeruk dengan alat besar lalu disemprot dengan air, begitu terus. Titik api tidak meluas, tetapi dalam," tandasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia