Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tolak SARA, Pemuda Jembrana Deklarasikan Gerakan ABCD

08 September 2019, 22: 36: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tolak SARA, Pemuda Jembrana Deklarasikan Gerakan ABCD

PETISI : Puluhan remaja membubuhkan tanda tangan tinta putih di bentangan kain merah sebagai bentuk keprihatinan terhadap gesekan dan konflik akibat persoalan SARA yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Sejumlah anak muda di Kabupaten Jembrana belakangan ini mengaku prihatin terkait maraknya persoalan berbau SARA. Bahkan tidak jarang persoalan-persoalan itu sempat memicu gesekan hingga konflik. Sebagai wujud rasa keprihatinan, puluhan remaja dari berbagai Desa/Kelurahan di Jembrana, Minggu (8/9) mendeklarasikan gerakan ABCD (Anak Bali Cinta Damai).

Mereka yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan komponen remaja di Jembrana menyatakan keprihatinan terhadap maraknya persoalan dan konflik yang justru dipicu karena tidak menghargai perbedaan yang terjadi disejumlah wilayah di Indonesia bekangan ini. Dalam aksi tersebut, mereka mengajak seluruh komponen pemuda untuk membangkitkan semangat persatuan dan jiwa nasionalisme dengan menguatkan toleransi dan meneguhkan kebhinekaan.

Koordinator Aksi ABCD, I Komang Edi Febriana mengatakan, deklarasi dilakukan dengan pembubuhan tanda tangan tinta putih di bentangan kain merah. Menurutnya, tidak sedikit generasi muda dari kalangan terpelajar yang ikut terlibat dalam sejumlah peristiwa yang mengganggu ketenteraman kehidupan berbangsa. “Banyak anak muda yang ikut terprovokasi dan termakan berita hoax sehingga terlibat dalam masalah yang berbau SARA,” ujarnya.

Pihaknya, lanjut Edi, berharap generasi muda bercermin pada ketenteraman kehidupan masyarakat Bali khususnya Kabupaten Jembrana. “Bali masyarakatnya mayoritas Hindu, tapi bisa menjadi taman sarinya kebhinekaan. Bahkan di Jembrana masyarakatnya juga heterogen, tetapi kebhinekaan nya tetap terjaga. Kami di Bali cinta damai sehingga bisa hidup harmonis,” jelasnya.

Selain itu, hendaknya empat konsensus berbangsa dan bernegara bisa benar-benar diaplikasikan di setiap aspek kehidupan masyarakat, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. “Ini tidak hanya dihafal, tapi harus benar-benar direfleksikan sehari-hari, oleh anak muda bahkan sejak usai dini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum FKRH Jembrana, Ni Made Sovi Riantini mengatakan, pihaknya menginisiasi gerakan ini agar mengokohkan semangat pluralisme di kalangan generasi muda. Menurutnya, sebagai generasi milenial di tengah kemanjuan zaman, sudah tidak selayaknya mempersoalkan perbedaan. Justru seharusnya bisa menjaga dan menghargai segala perbedaan sebagai masyarakat yang majemuk. “Harus bangga pada kekayaan budaya bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia