Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Meninggal Usai Nge-Dance, Dokter RSD Mangusada Diduga Jantungan

09 September 2019, 18: 49: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Meninggal Usai Nge-Dance, Dokter RSD Mangusada Diduga Jantungan

dr. I Made Arimbawa, Sp. PD. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Badung kehilangan salah satu dokter terbaiknya, yakni dr. I Made Arimbawa, Sp. PD. Spesialis interna atau penyakit dalam tersebut berpulang usai nge-dance dalam momentum perayaan HUT ke-17 rumah sakit pelat merah tersebut, Minggu (8/9).

Direktur RSD Mangusada, dr. Nyoman Gunarta tak menyangka almarhum pergi secepat itu. Pihaknya pun berkabung. "Kami berduka. Kami juga sudah berkoordinasi dengan keluarga almarhum," ungkapnya, Senin (9/9).

Mengenai kronologi kejadian, Dokter Gun sapaan akrabnya, mengatakan, almarhum tiba-tiba roboh di tempat duduk, usai dance di panggung. "Jadi beliau habis manggung, sempat duduk. Tiba-tiba roboh," tuturnya.

Melihat kejadian tersebut, panitia sempat memberikan penanganan. Bahkan sempat dilarikan ke IGD RS setempat. "Kami berikan pertolongan, tapi beliau sudah tidak merespon," jelasnya.

Apakah almarhum sempat mengeluhkan sakit sebelumnya? Gunarta mengaku tak tahu persis. Pun dalam pertunjukkan dance, yang bersangkutan tampak semangat. "Kami tidak tahu persis," katanya.

Gunarta menegaskan, almarhum menari karena keinginan sendiri. Hal ini tak terlepas dari semangat memeriahkan HUT. "Ya, beliau memang semangat sekali," ujarnya.

Mengenai tindak lanjut rumah sakit, pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga. Dikatakannya,  keluarga bisa memaklumi. "Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga. Keluarga pun maklum dengan kejadian ini. Karena kami tidak tahu beliau mengidap penyakit seperti apa," terangnya.

Seperti diketahui, dr I Made Arimbawa meninggal dunia di tengah perayaan HUT ke-17 RSD Mangusada Badung. Almarhum sempat menunjukkan kebolehannya dalam dance di panggung bersama beberapa dancer lainnya. Namun dokter asal Canggu, Kuta Utara tersebut berpulang usai aksinya sekitar pukul 11.00. Pria usia 49 tahun itu diduga mengalami serangan jantung.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia