Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Angkut Mempelai Wanita, Pinjam Motor Barang di Kantor Perbekel

09 September 2019, 19: 37: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Angkut Mempelai Wanita, Pinjam Motor Barang di Kantor Perbekel

MEMPELAI: Kedua mempelai asal Duda Utara, Kecamatan Selat, menggunakan motor bak terbuka saat upacara peminangan. (ISTIMEWA)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Ada-ada saja cara mempelai pengantin dalam mengikuti rangkaian acara pernikahan. Biasanya pengantin akan menggunakan motor, mobil, atau cara unik lain seperti menggunakan kuda atau delman saat menjemput mempelai wanita. Namun Kadek Dwipayana menjemput mempelai wanita menggunakan motor moci pengangkut barang yang dipinjam dari kantor perbekel desa setempat.

Agar terlihat unik, warga Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem ini menjemput mempelai wanita, Kadek Sri Antari menggunakan motor gandeng alias motor bak pengangkut barang, Minggu (8/9). Apa yang dilakukannya itu sontak membuat keluarga mempelai wanita terkejut.

Sebab cara menjemput mempelai menggunakan motor bak terbuka belum pernah dilakukan. "Ya biar unik saja. Di samping itu juga sederhana, hemat," kata Dwipayana.

Minggu (8/9), keduanya melangsungkan prosesi meminang di rumah mempelai wanita asal Banjar Geriana Kangin, Duda Utara. Kedua mempelai juga berembug bersama keluarga masing-masing untuk membahas masa depan bahtera rumah tangga. Setelah kegiatan usai, keduanya beranjak menuju rumah mempelai pria di Banjar Tukad Sabuh di desa yang sama.

Yang menarik, mempelai wanita naik di bak belakang bersama keluarga. Sedangkan kerabat mempelai pria berlaku sebagai sopirnya. Keduanya lantas berangkat. "Ini pertama kali dilakukan di desa," sebut Dwipayana.

Dwipayana mengatakan, motor tersebut dia pinjam dari Kantor Perbekel Duda Utara. Awalnya dia ragu-ragu untuk meminjam. Setelah berpikir agar rangkaian acara terlihat unik, Dwipa memberanikan diri meminta izin ke Perbekel. "Kebetulan acaranya berlangsung aman. Jarak rumah saya dengan calon istri juga 1 kilometer saja. Satu desa kan," pungkas pria yang melanjutkan prosesi adat hari ini.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia