Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Tingkatkan Kualitas Pedharma Wacana, Ratusan Pinandita Digembleng

09 September 2019, 20: 00: 15 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Tingkatkan Kualitas Pedharma Wacana, Ratusan Pinandita Digembleng

LOKAKARYA : Karo Kesra Sekda Provinsi Bali, Anak Agung Gede Geriya, mewakili Gubernur Bali, membuka Lokakarya Pinandita Sanggraha Nusantara Koordinator Bali di Gedung Sekretariat PHDI Provinsi Bali. (AGUS SUECA MERTA)

Share this      

DENPASAR, Bali Express – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Bali menggembleng ratusan pinandita dalam Lokakarya Pinandita, agar menjadi pencerah umat yang kian memadai.

Loka karya pinandita tersebut berlangsung selama dua hari, yakni dari 7 sampai 8 September 2019 di Gedung Sekretariat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Jalan Ratna, Denpasar ini, diikuti 160 orang pemangku yang berasal dari seluruh Bali.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang diwakili Karo Kesra Sekda Provinsi Bali, Anak Agung Gede Geriya menyampaikan, dalam paradigma perubahan sosial dan secara tidak disadari telah terindikasi berdampak pada suasana kejiwaan masyarakat dalam meghayati nilai-nilai agama. Maka dituntut peran tokoh masyarakat, khususnya pinandita yang menjadi ujung tombak dalam membina dan melayani umat Hindu.

Pengembangan pengetahuan dan potensi pinandita menjadi pedharma wacana (memberikan pencerahan) yang berkualitas ini, akan sejalan dengan konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana.

Hal ini akan membangun potensi pinandita menjadi pinandita yag berkualitas dan mengantarkan Bali menuju Era Baru. Era baru yang ditandai dengan Bali yang Kawista, Bali Kang tata-titi tentram kerta raharja dan gemah ripah lohjinawi.

“Kita sangat mengapresiasi kegiatan lokakarya ini, karena acara ini juga sejalan dengan visi misi Guberur Bali Nangun Sat Kertih Loka Bali,” ujarnya.

Loka karya PSN ini nantinya, lanjut AA Gede Geriya, juga diharapkan akan semakin menghasilkan banyak pemangku yang berkualitas. Seorang pemangku menurutnya tidak hanya nganteb (memimpin) upacara agama saja, namun seorang pemangku juga bisa mengerti makna banten yang dibuat oleh serati, sehingga akhirnya umat juga tahu makna banten yang digunakan dalam upacara agama.

Senada dengan AA Gede Geriya, Ketua Panitia PSN Pinandita Nyoman Parbasana, 65, mengungkapkan,  kegiatan ini diselenggarakan untuk membentuk pedharma wacana yang berkualitas, sehingga bisa mencerahkan umat. "Pemangku pun harus  menjaga pola hidup bersih dan sehat, sehingga tetap sehat dalam setiap kegiatan ngayah di pura,” terang Pinandita Nyoman Parbasana kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), Sabtu (7/9) kemarin.

Ditambahkannya,  untuk menghasilkan pedharma wacana yang berkualitas, maka dalam acara loka karya ini  diberikan  teori dan praktik langsung. "Pemangku tidak hanya mengikuti acara  secara pasif. Nantinya dengan praktik, maka ketika di lapangan menjadi sudah terbiasa," terangnya.

Disinggung mengenai era modern, lewat media sosial untuk menyampaikan dharma wacana, pihaknya menyadari hal itu. "Ke depannya nanti, pedharma wacana diharapkan juga mulai beralih ke teknologi untuk mencerahkan umat. Tidak hanya berpatokan pada metode konvensional saja, namun mulai mengunakan teknologi dalam penyampaian dharma wacana,” beber Pinandita Nyoman Parbasana.

Sementara itu, salah seorang peserta yang ikut acara loka karya ini mengungkapkan bahwa keinginanya ikut loka karya adalah untuk menambah wawasan, pemikiran tidak terlalu fanatis dan sempit. "Dengan ikut kegiatan ini akan membuka pola pikir dan saat ditanya oleh umat akan lebih mampu memberi pencerahan,” ujar Jro Mangku Landep, 50 kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.

Ia pun mengaku acara ini sangat menyentuh umat walau tidak secara langsung. “Nah, karena pemangku mendapat ilmu di sini, maka nantinya akan bisa disampaikan ke umat langsung. Pemangku akan bisa mengarahkan tentang pandangan dalam beragama,” tutur pemangku asal Tabanan ini.  Loka karya dengan tema

'Pengembangan Pengetahuan dan Potensi Pinandita Menjadi Pedahrma Wacana yang Berkualits Melalui Pengamalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), diharapkan pada akhirnya mampu membentuk pinandita atau pemangku yang sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Selain itu, pemangku bisa membiasakan untuk PHBS dan sekaligus mengajak umat untuk meningkatkan gerakan masyarakat hidup sehat di pura, seperti menjadikan pura sebagai tempat bebas asap rokok, juga pengurangan penggunaan plastik sesuai aturan yang ditetapkan oleh Pempov Bali melalui Pergub No. 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. 

(bx/rin/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia