Selasa, 17 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Soal Reklamasi, Menteri BUMN: Pengembangan Untuk Dorong Ekonomi Bali

10 September 2019, 21: 19: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Soal Reklamasi, Menteri BUMN: Pengembangan Untuk Dorong Ekonomi Bali

MENTERI BUMN: Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi Pelabuhan Benoa, Selasa (10/9). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam beberapa waktu terakhir ini, kawasan Pelabuhan Benoa menyita banyak perhatian. Terutama saat Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan surat kepada Direksi PT Pelindo III agar menghentikan aktivitas reklamasi di sekitar pelabuhan tersebut. Di tengah polemik ini, Menteri BUMN Rini Soemarno berkunjung ke Pelabuhan Benoa.

Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan kunjungan ke Pelabuhan Benoa, Selasa (10/9). Didampingi Direktur Utama PT Pelindo III, Doso Agung, Rini mengatakan bahwa pengembangan Pelabuhan Benoa, tidak hanya terfokus pada upaya menumbuhkan sektor pariwisata semata. Pengembangan tersebut juga diharapkan mendorong ekonomi Bali di sektor lainnya.

“Seperti suplai energi juga akan lebih baik. Karena Pertamina dan LNG akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Serta luas tentunya akan menambah kapasitas ketersediaan energi untuk Bali,” tegas Menteri Rini.

PT Pelindo III memulai aktivitas reklamasi tersebut sejak 2017 lalu dengan tujuan ingin mengembangkan Pelabuhan Benoa yang dikelolanya. Tujuan ini diklaim akan memberi kontribusi terhadap rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bidang Pariwisata di Bali, sebagaimana  didengungkan Gubernur Koster. “ Pelabuhan Benoa ke depannya akan direncanakan sebagai gerbang laut bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Bali dengan kapal-kapal pesiar internasional berukuran besar,” kata Doso Agung.

“Dengan pengembangan yang terintegrasi, nantinya pelabuhan menjadi jalan masuk menuju destinasi-destinasi pariwisata andalan di sekitarnya,” sambung Doso Agung.

Dalam hal pengembangan pelabuhan, pihaknya sepakat untuk menjalankannya sesuai arahan Gubernur Koster. Bahwa, pengambangan di Bali harus ditujukan untuk kepentingan meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Bali. Dengan tetap memperhitungkan dan menyeleraskannya pada upaya pelestarian alam dan budaya yang ada di Bali.

Karena itu, Menteri Rini berkesempatan menghadiri upacara Guru Bendu Piduka yang menandai proses pembangunan fasilitas pemelastian untuk warga Desa Adat Pedungan.

Terlebih, keberadaan tempat ritual melasti itu menjadi salah satu butir kesepakatan dalam pengembangan pelabuhan tersebut. Sejak awal, areal tersebut telah dipersiapan seluas satu hektar. Sebagian komitmen pihaknya untuk menghormati keyakinan krama di sekitar pelabuhan.

“Selain dari sisi religi dan lingkungan, pengembangan destinasi pariwisata dan infrastruktur pendukungnya yang selaras dengan kearifan lokal, juga akan membuka banyak kesempatan bagi terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang berwirausaha bagi masyarakat Bali sendiri,” kata Doso.

“Tentunya juga berkontribusi pada perekonomian nasional, karena Pelabuhan Benoa dan sektor pariwisata Pulau Dewata merupakan bagian penting dari integrasi logistik, transportasi, dan wisata,” imbuh Doso.

Terkait komitmen pada pelestarian lingkungan, dia menyebutkan, pihaknya saat ini sedang melakukan upaya penanaman mangrove yang kedua kalinya. Jumlah yang ditanam dalam proses restorasi ini sebanyak seratus ribu bibit bakau di pesisir perairan Pelabuhan Benoa.

“Sudah ditanam hingga seluas kurang lebih empat hektar. Jadi ke depan, pelabuhannya asri. Destinasi wisatanya asri. Sehingga harapannya secara berkelanjutan bisa memberi kesejahteraan bagi masyarakat di masa yang akan datang,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia