Jumat, 20 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gunakan Tanah Negara, Sembilan Pengusaha di Bypass Mantra Ditindak

11 September 2019, 18: 58: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gunakan Tanah Negara, Sembilan Pengusaha  di Bypass Mantra  Ditindak

SIDAK : Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan sidak pelanggaran di seputaran Jalan Bypass Prof. I.B Mantra, Rabu (11/9). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Tim gabungan yang terdiri atas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar dan Provinsi Bali menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di sepanjang Jalan Bay Pass Prof.  IB. Mantra,  Rabu (11/9). Sebanyak sembilan pengusaha yang memanfaatkan tanah negara untuk tempat usaha diberikan surat peringatan (SP).

Kasat Pol. PP Gianyar I Made Watha didampingi Kabid Pol. PP Gianyar Agung Putra mengatakan,  pihaknya melibatkan tim gabungan, terdiri atas Satpol PP Gianyar, Satpol PP Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Propinsi Bali,  petugas Perhubungan Kabupaten Gianyar, dan Balai Besar Jalan Nasional. Dalam sidak tersebut, petugas menemukan 9 pelanggaran, di antaranya 3 pelanggar diberikan SP 2 karena sebelumnya sudah diberikan SP 1 namun teguran tidak ditindaklanjuti.

Mereka yang diberikan SP2 yaitu Hardy di wilayah Ketewel, Sukawati, Gianyar karena membangun toko di sempadan Jalan Baypass Prof. IB Mantra. Pelanggar lainnya adalah Ketut Sunarta yang menaruh bahan bangunan Gasebo di badan jalan.  “Mereka yang diberikan SP2, sebelumnya sudah diberikan SP1. Tetapi sampai saat ini mereka tidak mau membongkar sendiri sehingga diberikan SP2,” tegasnya.  

Selain memberikan SP 1 dan SP2, petugas gabungan juga memberikan  surat pertanyataan kepada tiga pelanggar yang mengaku sanggup atau bersedia membongkar sendiri bangunan miliknya. “Mereka yang melanggar ada yang diberikan SP1, SP 2 dan ada yang membuat surat pernyataan siap membongkar sendiri bangunannya,” ungkap Watha. 

Mereka yang diberikan surat pernyataan, di antaranya Ketut Manda yang mencaplok tanah negara untuk garase. Ia bersedia membongkar sendiri bangunan garasenya. Selain itu, juga Ketut Sarjana di Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar karena membuat usaha sanggah menggunakan batu hitam dan memakan sempadan jalan. Sarjana membuat surat pernyataan untuk menghadap petugas Satpol PP Gianyar. Dan yang ketiga adalah Wayan Suardana yang harus menandatangani surat pernyataan karena membuat usaha pijat atau massage di atas tanah negara di wilayah Medahan, Blahbatuh.

Mereka disidak lantaran terbukti melanggar Perda No.15 tahun 2015 tentang Ketertiban dan Ketenteraman Masyarakat. Selain penertiban di Jalan Baypass Prof IB Mantra, pihaknya juga melakukan penertiban terhadap fasilitas umum seperti penggunaan trotoar dijadikan tempat berjualan di wilayah Ubud.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia