Jumat, 20 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Banyak Kasus Jatuh ke Jurang, Relawan Gianyar Dilatih Vertical Rescue

11 September 2019, 21: 35: 31 WIB | editor : Nyoman Suarna

Banyak Kasus Jatuh ke Jurang, Relawan Gianyar Dilatih Vertical Rescue

PELATIHAN: Pemberian materi dari Basarnas kepada intansi dan relawan kemanusiaan di Gianyar, Rabu (11/9). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Kasus orang jatuh ke jurang ataupun sungai di Gianyar cukup tinggi. Untuk menanggulanginya, beberapa instansi pemerintahan yang menangani bidang kemanusiaan dan relawan diberikan pelatihan Potensi Search and Rescue (SAR) Teknik Pertolongan di Ketinggian (Vertical Rescue). Pelatihan itu dilangsungkan di Hotel Gianyar, Rabu (11/9).

 

Ketua Panitia Pelatihan I Made Junetra mengakui, di Gianyar memang sering terjadinya musibah orang jatuh ke jurang. Oleh karena itu, sudah dipandang perlu orang-orang yang berkecimpung di bidang kemanusiaan diberikan pelatihan, baik secara teori maupun praktik. “Karena di Gianyar sering terjadi musibah seperti itu, baik yang jatuh ke jurang, sungai, dan sumur, jadi kita berikan pelatihan penanganan kasusnya,” jelas dia.

Ia pun menegaskan bahwa Basarnas tidak dapat bekerja sendiri, dan perlu dukungan maupun sinergitas yang solid bersama potensi SAR. Baik Instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat dan organisasi berpotensi SAR lainnya.

Dengan diselenggarakannya pelatihan potensi SAR ini, Basarnas dan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Gianyar telah sepakat untuk menjalin kerja sama, bahkan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mempuni di bidang SAR, yakni dalam penguasaan teknik pertolongan di ketinggian.

Junetra menambahkan,  masyarakat Gianyar yang memiliki potensi SAR itu  harus dibekali dengan pengetahuan. “Mari kita ubah dan bangun mindset kita agar senantiasa siap siaga menghadapi berbagai musibah yang akan terjadi.  Dengan demikian, akan tercipta budaya SAR yang dapat membantu bahkan turut menyelamatkan jiwa manusia,” terangnya.

Pelatihan itu selain diberikan dalam bentuk teori, nantinya juga akan diberikan praktik langsung sehingga antara teori dan praktik nyambung dan efektif. Pelatihan ini diikuti 50 orang peserta, dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar, dan relawan kemanusiaan lainnya.   “Harapan kami SAR mampu melaksanakan apa yang didapatkan dalam pelatihan ini ketika ada insiden,” harap Junetra.

Sebanyak 50 peserta yang dilibatkan dalam pelatihan potensi SAR itu pun diutamakan bagi kelompok masyarakat yang memiliki peran. Khususnya dalam pengembangan wisata alam dan relawan di bidang SAR.  Untuk tenaga pengajar (instruktur), dijelaskan, berjumlah delapan orang, merupakan rescuer terlatih dan telah melalui berbagai diklat SAR.

Selain materi-materi dasar tentang vertical rescue, di akhir pelatihan seluruh materi yang telah mereka terima akan dipraktikkan langsung. Lokasinya pun bertempat di tebing sekitar wilayah Kabupaten Gianyar. Melalui pelatihan pertolongan di ketinggian tersebut, diharapkan akan tercipta SDM yang handal dan profesional dalam menghadapi kondisi sesungguhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia