Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diduga Tilap Uang Negara, Dua Pengurus KTT di Tejakula Dipolisikan

12 September 2019, 16: 08: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diduga Tilap Uang Negara, Dua Pengurus KTT di Tejakula Dipolisikan

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Setelah polisi melimpahkan kasus dugaan penyelewengan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) di Desa Depeha, Kecamatan Depeha, kepada Kejari Buleleng, kini kasus serupa kembali mencuat. Kali ini Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng menangani Kelompok Tani dan Ternak (KTT) Tegal Bantes di Desa Tejakula, Buleleng.

Modusnya pun hampir sama. Kasus di Tejakula kali ini melibatkan tersangka Nengah Suarjaya alias Ribeng selaku Bendahara dan Ketut Sudiarta alias Bongkang selaku Sekretaris kelompok tersebut.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Vicky Tri Haryanto mengungkapkan, kasus ini bermula dari bendahara dan sekretaris KTT Tegal Bantes di Desa Tejakula mengajukan permohonan KKPE tahun 2015 kepada BPD Bali Cabang Singaraja sebagai bank pelaksana dengan nilai Rp821.500.000.

Permohonan kredit yang diajukan itu akhirnya terealisasi pada 30 Mei 2015 lalu. Hanya saja dalam pembagian dana yang mestinya diterima seluruh anggota kelompok secara adil, oleh Suarjaya selaku bendahara dan Sudiarta selaku sekretaris, uang tersebut digunakan oleh mereka berdua. Bahkan dana subsidi bunga yang mestinya dinikmati seluruh anggota, juga dipakai oleh keduanya.

"Dana untuk anggota yang terdaftar dalam daftar Rencana Difinitip Kebutuhan Kelompok justru tidak direalisasikan kepada seluruh anggota kelompok. Tetapi dipakai sendiri oleh Nengah Suarjaya dan Sudiarta masing-masing sebesar Rp398.450.000," ungkap AKP. Vicky, Rabu (11/9) siang.

Berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi Suarjaya dan Sudiarta pun telah ditetapkan sebagai tersangka. Terkait dengan kemungkinan ada keterlibatan orang lain dalam kelompok itu, Vicky mengaku masih mendalami. "Keterlibatan orang lain (Ketua kelompok, red) kami tidak temukan, tidak ada aliran dana kesana. Ini murni mereka berdua memakai dana itu," jelas AKP. Vicky.

Dalam penanganan kasus dugaan korupsi tersebut, Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng sudah merampungkan berkas-berkas penanganan perkara dan melimpahkan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Kini, sambung AKP. Vicky, polisi masih menunggu tindaklanjut dari pihak kejaksaan.

"Dalam penanganan perkara ini sudah dalam tahap-tahap pemberkasan dan pengiriman berkas perkara kepada JPU. Bila nanti dinyatakan lengkap oleh jaksa, maka terhadap kedua tersangka akan segera dihadapkan atau dilimpahkan kepada jaksa. Sekarang kami ini masih menunggu tindaklanjut dari kejaksaan," pungkas AKP. Vicky.

Atas perbuatannya, kedua tersangka Suarjaya dan Sudiarta disangkakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan diperbaharui dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan subsider Pasal 3 jo Pasal (1) jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang sebagaimana telah diubah dan diperbaharui dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia