Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Jatuh dari Sepeda, Siswa SD di Saba Hendak Diculik

15 September 2019, 18: 14: 19 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jatuh dari Sepeda, Siswa SD di Saba Hendak Diculik

KORBAN : Anak yang menjadi korban percobaan penculikan di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh saat diintograsi oleh warga setempat, Minggu (15/9). (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar berinisial GDMP, asal  Desa Saba, Blahbatuh diduga menjadi percobaan penculikan. Hal itu dialaminya setelah korban terjatuh dari sepeda gayung di seputaran perbatasan Banjar Bon Biyu dan Banjar Banda. Namun kasus itu tidak dilaporkan ke pihak kepolisian karena masih didalami aparat keamanan desa setempat.

Hal tersebut diungkap salah satu kelihan dinas di desa setempat, I Kadek Merta Anggara, Minggu (15/9). “Kejadiannya pada Sabtu (7/9), sekitar pukul 18.00, namun baru diketahui beberapa hari belakangan karena korban  yang masih duduk di kelas empat SD ini baru bercerita kepada orang tuanya,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Merta Anggara memaparkan baru mendapat laporan Sabtu (14/9). Agar tidak membuat berita yang tidak benar adaya, ia bersama aparat desa beserta Babinsa dan Bhabinkamtibmas mendatangi korban untuk mendalami pengakuan tersebut. “Dari pengakuan korban, memang benar mulutnya sempat dibekap dengan tisu saat ia mengalami kecelakaan menggunakan sepeda gayung,” tutur dia.

Kronologisnya, tutur Merta Anggara,  saat bersepeda korban mengalami kecelakaan dengan dua orang terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor. Saat terjatuh, si pelaku menolong sambil menutup mulut korban menggunakan tisu yang diduga berisi bius. Namun saat bersamaan, warga banyak yang datang sehingga korban bisa diselamatkan. Warga mengira korban terjatuh sendiri. Sepekan berlalu, korban baru bercerita kepada orang tuanya bahwa orang yang diajaknya bertabrakan sempat menutup mulutnya menggunakan tisu berisi bius.

“Kasus ini masih kami dalami dan belum dilaporkan ke pihak kepolisian. Kami juga tidak mau gegabah dan menimbulkan berita hoax nantinya. Namun berbekal laporan tersebut, kami sudah informasikan kepada para orangtua agar mengawasi anak-anaknya saat bermain,” tegasnya.

Disinggung apakah di desanya rawan kasus penculikan ataupun kejahatan, Merta Anggara mengaku, selama ini aman-aman saja. Kasus pencobaan penculikan ini, baru pertama kali terjadi di desanya. Selain mengimbauan masyarakat setempat agar lebih waspada, ia pun akan menyampaikan kasus tersebut dalam rapat di desa setempat.

Sementara itu, diminta konfirmasi, Kapolsek Blahbatuh Kompol I Ketut Dwikora membenarkan kasus percobaan penculikan tersebut, tetapi tidak dilaporkan.  Saat ini, kasus tersebut masih ditangani Bhabinkamtibmas desa setempat. “Tidak ada laporan, tetapi sudah Babin Desa Saba yang atensi,” tandasnya singkat.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia