Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ratusan Mahasiswa Baru STAHN Ikuti Upanayana

15 September 2019, 21: 24: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ratusan Mahasiswa Baru STAHN Ikuti Upanayana

UPANAYANA : Ratusan mahasiswa baru STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengikuti prosesi Upanayana dan mawinten sebelum memulai perkuliahan. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Ratusan Mahasiswa Baru STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengikuti prosesi Upanayana, Sabtu (14/9) pagi. Acara yang dilaksanakan di Pura Kerta Gama ini bertepatan dengan rahina Purnama Kedasa sebagai titik awal bagi mahasiswa baru sebelum mengenyam pendidikan formal di kampus.

Tercatat sebanyak 350 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang bertema "Melalui Upacara Pawintenan Saraswati Kita Polakan Kesucian Guna Wujudkan Pendidikan Satwika". Rinciannya, mahasiswa jenjang S1 sebanyak 312 orang dari 10 program studi di empat jurusan dan 38 mahasiswa jenjang S2 di Prodi Pendidikan Agama Hindu.

Ketua Panitia Pelaksana Nyoman Sulastra menjelaskan, pelaksanaan Upanayana merupakan tahapan akhir dari penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2019-2020. Upanayana, sebut Sulastra, merupakan tradisi ritual yang wajib dilakoni mahasiswa baru sebelum memulai pembelajaran secara formal.

"Upanayana merupakan momentum untuk meningkatkan kemampuan secara rohani, sehingga seluruh peserta memiliki taksu dalam menyukseskan setiap program yang telah dirancang lembaga," ucapnya.

Sejalan dengan ketua panitia, Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja Prof. I Made Suweta dalam sambutanya menegaskan pentingnya Upanayana dalam meningkatkan kemampuan secara lahiriah dan batiniah. Terlebih, di tengah perkembangan teknologi yang sangat ketat dan pesat.

"Upanayana kita laksanakan bukan semata-mata upacara simbolik, namun ajang untuk mengupdate kemampuan. Layaknya aplikasi dalam perangkat elektronik yang dapat usang tergerus waktu, tubuh manusia juga mengalami proses yang sama. Dengan melakukan Pawintenan Saraswati, kemapuan kita secara rohani dapat diperkuat. Selanjutnya dengan berbagai kegiatan yang diprogramkan lembaga, dapat meningkatkan kemampuan jasmani," tegasnya.

Bahkan, ia pun mengajak seluruh dosen dan pegawai ikut mengupdate kemampuan dan wawasannya, sehingga para dosen mampu mencetak lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

"Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat umum terhadap lembaga ini, seluruh dosen maupun pegawai ikut pula mengupdate kemampuannya.  Dengan kemampuan yang bertambah, semakin memantapkan pelayanan kepada masyarakat. Niscaya masyarakat tak akan ragu menitipkan putra dan putrinya pada lembaga ini," tambahnya.

Selain melaksanakan kegiatan Upanayana, puluhan dosen juga mengikuti prosesi mawinten (penyucian, Red). Upacara ini dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Dwija Witaraga Sanyasa, dari Geriya Kekeran, Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia