Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pinjam Uang, Belasan Anggota DPRD Gianyar Gadaikan SK

16 September 2019, 18: 49: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pinjam Uang, Belasan Anggota DPRD Gianyar Gadaikan SK

SIDANG : Suasana sidang rapat paripurna di gedung DPRD Gianyar, Senin (16/9). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Selain gaji yang menjanjikan, ternyata Surat Keputusan (SK) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sangat diidam-idamkan. Pasalnya, SK tersebut bisa digadaikan dengan jumlah uang mencapai Rp 2 miliar.  Tak pelak, belasan anggota DPRD Gianyar dikabarkan menggadaikan SK paska dilantik beberapa waktu lalu.

Sekretaris DPRD Gianyar I Wayan Artana, saat ditemui di ruangannya, Senin (16/9) membenarkan hal tersebut. Sebab, setiap SK yang akan digadaikan, harus meminta persetujuan dari Sekwan.  “Dari 40 anggota dewan yang ada, belasan di antaranya menggadaikan SK di bank. Nilai pinjamannya maksimal Rp 2 miliar. Namun yang di sini, paling banyak Rp 1 miliar saja. Kalau digunakan untuk apa, itu bukan ranah saya,” paparnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Gianyar itu pun menyampaikan bahwa rata-rata meminjam untuk membuat usaha di luar kantor. Sedangkan disinggung untuk bayar utang atau untuk menutupi biaya kampanye saat mencari suara, ia pun enggan berkomentar. “Yang jelas dipakai usaha. Tetapi anggota dewan yang baru, tidak ada yang meminjam,” jelasnya.

Untuk diketahui,  gaji total yang didapatkan anggota DPRD Gianyar per orang sebesar Rp 53 juta. Nilai itu sudah termasuk gaji pokok, uang tunjangan rumah, tunjangan mobil dan bensin. Namun belum termasuk potongan, dan kewajiban yang harus dibayar oleh mereka. “Kalau bersihnya,  sebesar Rp 40 juta per bulan. Namun soal potongannya tidak sama, karena potongan fraksi dan potongan partai berbeda-beda,” terang Arthana.

Jika  dikalkulasi dengan potongan pinjaman di bank, misalnya  bayar cicilan Rp 30 juta per bulan, jadi sejumlah anggota dewan ada yang mendapat gaji hanya beberapa juta setiap bulannya. “Terkait angsuran per bulan, bank yang punya teknisnya,” terang dia.

Selain menggadaikan SK, katanya,  ada juga anggota DPRD yang menyiapkan tabungan setiap bulannya. Artana mencontohkan, beberapa anggota DPRD ada yang gajinya dipotong Rp 500 ribu per bulan. Sehingga setelah lima tehun menjabat, ia punya tabungan Rp 30 juta.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia