Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Onik Linggih Berpulang, Demer: Sudah Ada Firasat

16 September 2019, 19: 43: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Onik Linggih Berpulang, Demer: Sudah Ada Firasat

MESRA: Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer bersama sang istri, Ayu Onik Mindawati, semasa hidup. (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Setelah setahun berjuang melawan sakit, Ayu Onik Mindawati akhirnya berpulang, Senin (16/9) sekitar pukul 03.00. Istri Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer tersebut menghembuskan napas terakhir di Bali Royal Hospital atau yang dikenal RS Bros Denpasar.

Ditemui di rumah duka, Jalan Tunjung I Nomor 11, Banjar Pengipian, Kerobokan Kuta Utara,  Demer menuturkan, ‘Onik Linggih’ diketahui menderita kanker rektum stadium IV setahun lalu dan sempat dilarikan ke Singapura. “Dari sana dibilang kemungkinan survivenya 20 persen,”  ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Onik Linggih Berpulang, Demer: Sudah Ada Firasat

BERPULANG : Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer di sebelah persemayaman sang istri, Ayu Onik Mindawati, di rumah duka Jalan Tunjung I Nomor 11, Banjar Pengipian, Kerobokan K (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Namun ia tidak menyerah. Demer mengantar sang istri untuk berobat, baik di Jakarta, Singapura, hingga ke Guangzhou Tiongkok. Berbagai cara pengobatan pun ditempuh, baik kemoterapi maupun radiasi. Bahkan almarhum sempat bolak-balik Indonesia-Singapura. Sayangnya, sempat 1,5 bulan di Singapura, dokter angkat tangan. “Kanker ada tiga cara pengobatannya, pertama kemo, kedua operasi, ketiga radiasi. Nah, ketiga-tiganya sudah tidak memungkinkan, karena sudah menyebar ke mana-mana,” ujarnya.

Akhirnya Demer diberikan pilihan untuk pain management, di Singapura atau di Bali. Sebab, sakitnya sudah tak bisa ditangani. “Istri saya kemudian minta di Bali,” ungkapnya.

Hampir tiga minggu di RS Bros menjalani pain management, akhirnya wanita asal Budakeling, Karangasem tersebut menutup mata untuk selamanya. Demer mengaku sudah mengikhlaskan kepergian almarhumah. Namun ia tak menampik ada firasat sebelum sang istri meninggal. Minggu (15/9) sekitar pukul 23.00 almarhumah meminta semua keluarga berkumpul. Ayu Onik pun mengaku sudah tak kuat menahan sakitnya. “Mama sudah nggak kuat,” tiru anggota DPR RI tersebut.

Sempat mengobrol, wanita yang aktif di Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) itu lalu tertidur. Melihat hal itu, Demer tidak curiga. Ia berpikir sang istri masih kuat. “Kami pikir ini biasa saja. Pulanglah kami. Begitu pulang, ada berita lagi bahwa dia sesak,” sambungnya.

Akhirnya keluarga kembali berkumpul. “Kumpul semua keluarga, ibunya dia, anak-anak, kakak-kakak, adiknya juga. Jadi sempat menyaksikan sekitar sejam itu, bagaimana dia menghembuskan napas terakhirnya,”  tutur politisi berusia 53 tahun ini.

Dalam waktu yang singkat itu, Ayu Onik sempat menyampaikan beberapa pesan. Pertama, agar jenazahnya diletakkan di beranda rumah. Padahal rumahnya telah dilengkapi Bale Dangin yang biasanya digunakan untuk meletakkan jenazah keluarga. “Tapi dia tetap meminta di sebelah kamar. Salah satunya itu. Biar dekat, biar lebih lama dengan anak-anak,”  ungkapnya.

Selanjutnya, wanita kelahiran 25 Mei 1971 itu meminta agar keluarga yang ditinggalkan tetap rukun. Terutama anak-anak dan juga suaminya. “Dia juga banyak pesan agar lebih banyak spiritual. Tahan emosi, banyak spiritual. Dia yang banyak ngerem saya kalau lagi emosi,” lanjut mantan ketua Kadin Bali itu.

Demer mengenang almarhumah sebagai sosok yang sangat menyokong hidup dan karir politiknya. Sebab, selama ini Ayu Onik senantiasa mengingatkan suaminya. “Kelemahan saya banyak ditutupi oleh dia. Emosi saya sering dia redam dengan baik. Kami semua belajar spiritual dari dia. Beliau sangat spiritual. Dia yang mengingatkan belum sembahyang, agar sembahyang,” akunya.

Berhubung di desa asalnya, yakni Tajun, Buleleng masih ada upacara agama hingga 14 Oktober, pihak keluarga, kata dia, telah sepakat. Prosesi pangabenan diadakan setelah upacara tersebut selesai. Sementara, 23 September mendatang, diadakan upacara makingsan di geni. Jenazah almarhumah akan kremasi. “Setelah selesai upacara di kampung, baru diadakan proses lebih lanjut,” jelasnya.

Di sisi lain, Demer pun heran. Sebab almarhumah selama ini diketahui menjalankan pola hidup sehat. “Saya tidak tahu mengapa justru dia yang kena kanker. Padahal dia yang mengingatkan untuk makan sehat, seperti sayur. Bahkan dia punya restoran yang sehat, organic dan true food di Nusa Dua,” jelasnya.

Namun takdir berkehendak lain. Demer sekeluarga pun memohon maaf jika selama ini wanita empat anak dan satu cucu tersebut pernah berbuat kesalahan.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia