Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tebang Puluhan Sonokeling di Hutan Lindung, Belasan Pelaku Ditangkap

16 September 2019, 22: 16: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tebang Puluhan Sonokeling di Hutan Lindung, Belasan Pelaku Ditangkap

ILLEGAL LOGGING : Petugas menunjukkan kendaraan L300 yang mengangkut kayu sonokeling hasil illegal logging di kawasan hutan lindung, Seririt. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SERIRIT, BALI EXPRESS - Aksi pembalakan liar terjadi di wilayah hutan lindung, tepatnya Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Dari 14 orang yang ditangkap, hingga Senin (16/9) jajaran Polsek Seririt baru menetapkan 7 orang tersangka atas kasus pembalakan liar ini.  Puluhan batang kayu sonokeling, dua unit truk pengangkut dan dua mesin pemotong diamankan sebagai barang bukti.

Pengungkapan pembalakan liar ini berawal dari laporan masyarakat adanya aktivitas di kawasan hutan lindung tersebut. Berdasar laporan itu, anggota polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Saat itu, anggota menemukan sebuah truk dengan nopol N 8430 UH dikemudikan oleh Misnan dan sebuah mobil pick-up L300 dikemudian rekan Misnan yang mengangkut sejumlah potongan kayu sedang melintas di jalan raya Desa Lokapaksa, Jumat (13/9) malam.

Truk dan mobil L300 itu kemudian dihentikan oleh petugas. Saat dicek, ternyata kedua kendaraan itu membawa sejumlah potong kayu jenis sonokeling tanpa dokumen resmi. Anggota polisi langsung melakukan penyitaan terhadap sebuah truk yang bermuatan kayu sonokeling tersebut, untuk dilakukan pengembangan.

Kapolres Buleleng, melalui Kapolsek Seririt, Kompol Made Uder membenarkan peristiwa penangkapan pelaku illegal logging tersebut. "Memang benar kami menangani kasus illegal logging yang awal pengungkapan dari adanya truk mengangkut kayu kami temukan melintas di jalan raya Lokapaksa. Saat pengembangan ke hutan lindung, kami temukan 15 pohon bekas tebangan," kata Kapolsek Uder, Senin siang (16/9).

Dari hasil pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan 7 orang tersangka, yaitu Wayan Darmadi, 53, warga Banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkungparuk, Putu Karmita alias Leong, 35 Dusun Sorga Mekar, Lokapaksa, Sudiono, 48 Ampel Gading, Kecematan Tirtogading, Kabupaten Malang, Kadek Wijaya 43, Sorga Mekar, Yenri Andi alias Andi 37, warga Malang, Mesenan 46, Desa Anggruk,Kecematan Sumber Pucung, Malang, Ida Bagus Komang Suardika, 35, Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pangkungparuk.

Akibat perbuatannya ini, kini tersangka terancam disangkakan Pasal 83 Ayat (1) jo Pasal 12 huruf e UU RI No. 18 tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 2,5 miliar.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia