Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Dampingi Mangun Daftar Cawabup, Arnawa Kritik Kepemimpinan Gianyar

17 September 2019, 13: 48: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dampingi Mangun Daftar Cawabup, Arnawa Kritik Kepemimpinan Gianyar

LONG MARCH: I Gede Mangun didampingi I Nengah Arnawa dan tokoh lainnya saat long march untuk menyerahkan formulir pendaftaran calon wakil bupati ke Sekretariat DPC PDIP Bangli, Senin (16/9) kemarin. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Pelaku pariwisata I Gede Mangun menyerahkan formulir pendaftaran calon wakil bupati ke Sekretariat DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bangli, Senin (16/9) kemarin. Dengan mengajak massa dan diiringi baleganjur, pria asal Desa Songan B, Kecamatan Kintamani itu long march sejauh 200 meter menuju Sekretariat DPC PDIP Bangli di LC Uma Aya, Bangli.

Tak hanya itu, dia juga didampingi kader lawas PDIP Bangli. Diantaranya Jero Lagu, mantan Bupati Bangli dua periode I Nengah Arnawa dan Jero Wijaya. Bahkan, Jero Wijaya secara khusus menggunakan jas merah, jas yang dipakai saat menjadi panitia kongres perubahan nama PDI menjadi PDIP. Itu sengaja dipakai untuk mengingat awal mula lahirnya PDIP. Sedangkan Arnawa mengritik kepemimpinan Bupati Bangli, I Made Gianyar.

Kedatangan Mangun diterima langsung Ketua DPC PDIP Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Mangun kepada wartawan mengaku, memutuskan mengikuti penjaringan, karena ada dorongan banteng lawas di Bangli. Secara pribadi dia juga menilai, banyak hal perlu dibenahi di Bangli, untuk menambah pendapatan daerah. Salah satunya pariwisata yang diyakini akan menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD). “Saya ketua ranting pertama di Desa Songan B,” terang Mangun. Dia pun berharap PDIP bisa melakukan penjaringan sebaik-baiknya.  

Arnawa yang hadir mendampingi Mangun mengatakan, Bangli harus berbenah. Pilkada Bangli 2020 menjadi momen perubahan. “Kenapa harus PDIP. PDIP ini partai besar, partai wong cilik,” katanya. Arnawa berharap calon yang diusung PDIP berdasarkan aspirasi masyarakat, dan berpesan agar tidak saling menghabisi.

Arnawa yang secara khusus diberikan berbicara itu pun menyampaikan unek-uneknya, setelah tak lagi menjabat bupati. Bahkan nyerempet kemimpinan I Made Gianyar didampingi Sang Nyoman Sedana Arta. “Kami turun gunung untuk Bangli yang kami cintai,” jelasnya.

Setelah tak menjabat bupati, Arnawa melihat pembangunan stagnan. Banyak dana tidak dimanfaatkan atau disebut dengan istilah seduk mecarikan. Padahal lanjut dia, I Made Gianyar yang sempat menjadi wakilnya memimpin Bangli dua periode tersebut, seharusnya tinggal melanjutkan program sebelumnya. Namun yang terjadi, pembangunan Bangli jalan di tempat, trotoar tetap rusak. Program yang sudah baik bukan tambah baik, malah dihentikan. Contohnya dana duka Rp 1 juta bagi warga yang keluarganya meninggal dunia, tidak ada lagi pada kepemimpinan Gianyar-Sedana Arta. “Selama 10 tahun ngernet (saat I Made Gianyar jadi wakil bupati) seharusnya langsung tancap gas. Di tikungan sebenarnya berani nyalip,” kritik politikus asal Kelurahan Kubu tersebut.  

Belum ada konfirmasi dari Bupati Bangli I Made Gianyar terkait kritikan Arnawa. Dihubungi melalui sambungan telepon semalam, ponsel Gianyar dalam kondisi tidak aktif.

Sementara terkait penjaringan yang dilakukan DPC PDIP Bangli, Ketua Tim Penjaringan I Nengah Sujiwa mengatakan, proses pendaftaran sudah ditutup. Semua yang mengambil formulir telah mengembalikan kemarin. Selain Mangun, ada I Wayan Diar, I Made Subrata, Wayan Artom Krisna Putra. Keempatnya melamar menjadi calon wakil bupati. Sedangkan untuk posisi bakal calon bupati hanya Sang Nyoman Sedana Arta. Semuanya datang didampingi massa. Selanjutnya, tim akan melakukan verifikasi berkas, sebelum akhirnya dilaporkan ke DPC PDIP dan diserahkan ke DPD, lanjut DPP PDIP. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia