Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

DLHK Badung Minta Laporkan Pelaku Sidak Kantong Plastik

17 September 2019, 19: 12: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

DLHK Badung Minta Laporkan Pelaku Sidak Kantong Plastik

Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Adanya oknum yang mengatasnamakan diri petugas dan melakukan sidak terhadap masyarakat yang berbelanja menggunakan kantong plastic, membuat gerah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Bila ada masyarakat yang menemukan praktik tersebut, diminta agar segera melapor ke DLHK Badung. Apalagi sampai diminta membayar.

Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan, menerangkan, sesuai Peraturan Bupati Badung Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, Pemerintah Kabupaten Badung melalui DLHK lebih menekankan pada sanksi administrasif terhadap pelaku usaha.

Dalam Perbup itu,  secara tegas disampaikan sasarannya adalah sumber kantong plastik, yaitu toko dan jasa usaha lainnya. Sanksi terhadap pelanggar, katanya, sudah ditetapkan dalam Perbup dengan pembinaan secara tertulis. Jika dalam jangka waktu satu bulan semenjak dikeluarkan pembinaan secara tertulis tersebut masih melakukan pelanggaran, akan diberikan sanksi administratif.

Selanjutnya dalam jangka waktu satu bulan dari pemberian sanksi administratif, masih ditemukan pelanggaran maka akan dibekukan izin lingkungannya, baik SPPL atau UKL/UPL dari usaha tersebut. "Selanjutnya dalam waktu tiga bulan masih tetap membandel baru dicabut izin lingkungannya," ungkapnya.

Eka Merthawan secara tegas menyampaikan, di lapangan tidak ada sweeping atau sidak yang berbau uang atau ditindak di tempat dengan pembayaran berupa uang. Kalau ada oknum yang mengaku-ngaku petugas yang melaksanakan sidak sekaligus mengenakan denda berupa uang, kata dia, agar diadukan ke DLHK Kabupaten Badung. "Karena yang berwenang untuk memberikan sanksi hanya penyidik lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan yang bersertifikat dari Kementerian Lingkungan Hidup," tegas mantan Camat Petang ini.

Sementara itu, Eka Merthawan mengapresiasi terjadinya perubahan perilaku masyarakat yang sudah berperan mengurangi penggunaan kantong plastik atau tas kresek. "Kalau masyarakat berbelanja jangan memakai kantong plastik atau tas kresek. Demikian juga dengan penjual agar menyiapkan tas ramah lingkungan untuk pembeli. Kalau hal ini terus dibiasakan, kami yakin  Badung terbebas dari sampah plastik, bukan sekadar slogan tapi memang terwujud secara nyata," tandasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia