Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tiba dari Turki, Jasad Gek Ayu Disteril di RSUD Buleleng

17 September 2019, 21: 06: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tiba dari Turki, Jasad Gek Ayu Disteril di RSUD Buleleng

STERIL : Jasad Ayu Deni tiba di kediamannya, Selasa (17/9) dini hari setelah disteril selama 3,5 jam di RSUD Buleleng. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BANJAR,  BALI EXPRESS - Tangis keluarga Anak Agung Ayu Deni Sustinayani, 23 pecah saat jasad  tenaga kerja wanita (TKW) tiba di rumah duka, Banjar Dinas Enjung Sangiang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Jenazah gadis kelahiran 30 November 1995 tiba Selasa (17/9) pukul 02.00 Wita dini hari dengan diantar ambulance.

Jasad terapis Spa yang mengais rejeki di Turki itu diantar oleh rombongan dari Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali, Soleh Hidayat dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Ardha, serta Kepala Disnaker Buleleng Made Dwi Priyanti Koriawan.

Begitu jenazah turun dari ambulance, satu per satu keluarga berteriak histeris. Mereka seolah tak percaya jika gadis belia itu pergi begitu cepat di negeri orang. Bahkan sang Ibu, Ketut Artini untuk sementara diungsikan ke rumah kerabat lantaran syok.

Kepala BP3TKI Bali, Soleh Hidayat menuturkan, kendati menempuh perjalanan panjang, proses pemulangan jenazah PMI Ayu Deni terbilang tepat waktu. Pada Senin (16/9) pukul 19.30 Wita, jasad korban sudah sampai di Bandara Ngurah Rai-Bali menggunakan jasa kargo Turkish Airline. Selanjutnya, jasad dimasukkan ke mobil ambulance langsung dibawa ke Singaraja untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Sebelum dierahkan kepada pihak keluarga, jenazah Ayu terlebih dahulu menjalani proses steril di RSUD Buleleng. Langkah itu dilakukan untuk memastikan jenazah bersih dari bakteri. "Jenazahnya harus benar-benar steril dan bersih dari bakteri atau virus. Jangan sampai jenazahnya rusak. Kan hanya dibalsem sebelum diterbangkan hampir 19 jam lamanya dari Turki ke Bali," kata Soleh.

Seluruh biaya cargo dan biaya ambulance, menurut Soleh, ditanggung BP3TKI Bali. Sedangkan khusus untuk biaya proses pemulangan jenazah Ayu sudah difasilitasi oleh KBRI Instanbul.

"Kami sebatas memberikan bantuan santunan, bukan asuransi. Hanya dana santunan dari BP3TKI untuk meringankan beban keluarga almarhum. Berangkat pakai visa kunjungan bukan pekerja, status Ayu PMI (TKW) ilegal," ujar Soleh.

Pihaknya pun menyarankan agar para pencari kerja dalam meminimalisir resiko, terlebih dahulu mendaftarkan diri di Disnaker setempat atau BP3TKI melalui sistem Siskotkln. Proses tersebut merupakan salah satu perlindungan administratif bagi calon Pekerja Migran Indonesia.

Selanjutnya, berdasarkan data dilansir pihak RS Turki Aydin Adnan Menderes University Research and Application Hospital Forensic Medicine Main Science Branch, Ayu Deni dinyatakan natural death atau meninggal secara alami.

Hal itu dibenarkan oleh kerabat korban, Dewa Dukakis, 31 bersama sang ayah dari Ayu Deni, Agung Ngurah Adnyana, 50 yang ikut mendampingi proses steril terhadap jenazah Ayu Deni di ruang Sedap Malam RSUD Buleleng hampir 3,5 jam lamanya, mulai pukul 22.20 malam dan selesai pukul 01.40 dinihari.

"Jenazah sudah diotopsi. Hasil otopsi RS Turki memang menyatakan Gek Ayu (Anak Agung Ayu Deni) meninggal secara alami. Artinya, tidak ada gejala aneh, seperti luka benturan akibat penganiayaan dan juga tidak terkontaminasi penyakit menular," katanya.

Pihak keluarga, sebut Dukakis, telah mengetahui data dari pihak RS Turki tersebut. Data dari RS Turki sudah diterima oleh pihak keluarga, namun belum secara lengkap.  “Ya, hasil lengkap otopsinya belum. Katanya sih, hasil lengkap otopsi akan dikirim langsung dari Turki kepada pihak keluarga untuk mengetahui penyebab meninggalnya Gek Ayu. Hasil otopsi jenazah akan dikirim 6 bulan ke depan," ungkapnya.

Jika tak ada aral melintang, rencananya jasad Ayu Deni akan dibuatkan upacara Mekinsan di Geni, pada Kamis (19/9) mendatang. Pihaknya pun  mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, BP3TKI dan KBRI Turki yang telah memfasilitasi dan mengurus pemulangan anaknya.

"Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, BP3TKI dan KBRI Turki yang telah memfasilitasi dan mengurus pemulangan anak saya," pungkas Agung Adnyana.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia