Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali
BANGLI

Tak Dapat Kontribusi Udara Bersih, Ancam Urug Pangkung dengan Sampah

18 September 2019, 14: 02: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Dapat Kontribusi Udara Bersih, Ancam Urug Pangkung dengan Sampah

I Made Gianyar, Bupati Bangli (HUMAS PEMKAB BANGLI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Bangli mulai melirik retribusi sumber daya air. Hal itu tidak terlepas dari keberadaan Bangli sebagai daerah penyangga dan penghasil air bersih di Bali. Namun belum mendapat perhatian cukup dari Pemprov Bali. Hal itu disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar saat apel disiplin pegawai di lingkungan Pemkab Bangli, di Lapangan Kapten Mudita, Selasa (17/9) kemarin.

Untuk membuktikan keseriusannya mengejar pendapatan dari sektor air, politikus asal Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani itu mengaku telah menugaskan dua tim untuk mendalami kerja sama antara DKI Jakarta dengan Bogor, Jawa Barat.

“Satu tim saya tugaskan untuk mendalami bagaimana perhatian DKI Jakarta terhadap Bogor, dan satu tim saya tugaskan untuk mengkaji harapan Bogor terhadap DKI Jakarta,” jelas Gianyar.

Made Gianyar juga mengaku telah memerintahkan Bagian Ekonomi dan PDAM Bangli, mengecek PDAM kabupaten lain yang sumber airnya dari Bangli. Rencananya semua kabupaten/kota yang memanfaatkan air dari Bangli akan disurati. PDAM yang menggunakan air dari Bangli harus ada kerja sama dengan PDAM Bangli. “Misalkan PDAM Kabupaten Gianyar pakai air Bangli, terus dijual Rp 4 ribu per meter kubik, PDAM Bangli juga harus dapat persentase. Tidak harus 50 persen,” tegas Gianyar.

Gianyar mengungkapkan, mengacu rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali, Kabupaten Bangli sebagai daerah penyangga dan daerah konservasi. Hutan yang ada di Kabupaten Bangli menjadi hutan lindung. Tidak boleh tebang pohon sembarangan. Kelestarian lingkungan harus menjadi hal utama. Sehingga di salah satu pasal RTRW Provinsi Bali, diusulkan supaya udara bersih dan air bersih yang dihasilkan Kabupaten Bangli mendapat kontribusi. Tidak hanya oleh Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, juga kabupaten lain yang ikut menikmati.  

Jika pasal tersebut tak disetujui, Gianyar mengaku tidak ragu menerapkan rencana reklamasi terhadap sungai mati yang ada di Bangli. Bahkan, dia mengaku sudah perintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar tidak menggangarkan pembelian tanah untuk mengurug sampah di TPA regional Bangli.

“Bangli tidak punya uang untuk membeli tanah, sehingga sampah tidak perlu dibawa lagi ke TPA, tetapi bisa langsung digunakan untuk mereklamasi pangkung,” katanya. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia