Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Pegy Debut dengan ‘Grhastha Asrama’

18 September 2019, 14: 54: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pegy Debut dengan ‘Grhastha Asrama’

TUTUR : Pegy bertutur soal berumahtangga lewat single Grhastha Asrama. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Musik Pop Bali kian terasa berwarna. Sejumlah karya teranyar datang dari  musisi pendatang baru. Ni Luh Pegy Wilantari pun tak mau ketinggalan.

Ni Luh Pegy Wilantari,  dara cantik asal Tuwed, Melaya, Jembrana ini, salah satu penyanyi pendatang baru yang turut meramaikan skena musik Pop Bali lewat single perdana bertajuk 'Grhastha Asrama’. 

Single debut ini  ciptaan Gede Funk yang diaransemen apik Gus E’nen. Sedangkan untuk video klipnya  dipercayakan kepada Eka Sem dari Swaha Bali Media. 
Mahasiswi  yang akrab disapa Pegy ini, tertarik dengan dunia tarik suara sudah sejak duduk di bangku SMP. Pegy menceritakan, kala itu salah satu gurunya memperhatikan hobi yang ia tekuni dan menilai dirinya memiliki potensi besar dalam hal olah vokal. Pegy pun ditunjuk untuk mewakili sekolah mengikuti lomba yang berhubungan dengan musik, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. 


Selain itu, Pegy juga terkadang mengisi event kecil sebagai penyanyi seusai sekolah untuk mendapat tambahan uang sewaktu SMP. “Setelah menamatkan SMA, saya mulai aktif dalam perlombaan dan juga organisasi yang berkaitan tentang musik, seperti menjadi bagian dari tim paduan suara dan menjadi vokalis group band sekolah,” kenang Pegy saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu. 

Berkat pengalaman itu, penyanyi solo yang juga berprofesi sebagai guru ini memberanikan diri untuk terjun di industri musik dengan merekam sebuah single. Ia mengaku awalnya sempat ragu karena tidak yakin hasilnya akan bagus. Apalagi, tidak pernah terlalu serius latihan vokal dengan guru musik. “Semuanya lebih dominan saya pelajari secara otodidak. Kemudian karena ditawari terus  dan didukung banyak pihak, dari orang tua, teman-teman, dan pacar, ya akhirnya saya putuskan untuk membuat single lengkap dengan video klip,” ungkapnya.


Single ‘Grhastha Asrama’ menceritakan tentang proses tingkat kehidupan berumah tangga dalam agama Hindu. Masa Grhastha Asrama ini merupakan tingkatan kedua dalam Catur Asrama setelah Brahmacari Asrama. Dalam memasuki masa Grhastha, diawali dengan suatu upacara yang disebut Wiwaha Samskara (Perkawinan) yang bermakna sebagai pengesahan secara agama dalam rangka kehidupan berumah tangga.”Lagu ini murni merupakan sebuah nasihat kepada semua insan dalam menjalani kehidupan berumah tangga  dan bukan dari pengalaman pribadi saya sebagai penyayinya, karena saya belum berumah tangga,” tegasnya.


Proses pengerjaan single ‘Grhastha Asrama’  diakuinya bisa dibilang lumayan panjang. Dibantu oleh sang pencipta Gede Funk, Pegy pun harus mempelajari dan memahami lirik agar bisa menjiwai kisahnya. “Saya banyak dibantu juga oleh Gus E’nen selama penggarapan musiknya. Untuk pengerjaan video klipnya juga lumayan menguras tenaga bersama Swaha Bali Media, tim yang luar biasa yang dipimpin  Eka Sem sebagai video director," bebernya. 


Dikatakannya, salah satu lokasi syuting berada di Tabanan, dengan jalur yang bisa dibilang ‘tak biasa’. "Berkat ketangguhan seluruh tim akhirnya semua itu bisa dilewati, dan terciptalah video klip yang sangat memuaskan,” ujarnya.


Lewat single perdananya itu, Pegy berharap mendapat tempat di hati masyarakat.  . “Semoga lagu ini menjadi motivasi bagi yang sudah berumah tangga maupun yang akan memulainya. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim yang sangat sabar menangani debut single ini,"  papar Pegy yang ingin berkolaborasi dengan artis Bali ternama.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia