Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

PDIP Tegas Dorong GiriAsa dalam Pilkada Badung, Golkar 'Pikir-pikir'

18 September 2019, 18: 22: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

PDIP Tegas Dorong GiriAsa dalam Pilkada Badung, Golkar 'Pikir-pikir'

Giri Prasta dan Suiasa (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS-Sebagai partai pendominasi kursi parlemen, DPC PDI Perjuangan Badung start lebih awal mendorong pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati menuju Pilkada 2020. Paket I Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa yang dikenal dengan istilah 'GiriAsa' masih diunggulkan. Keputusan mengusung calon tunggal telah diputuskan dalam rapat DPC PDI Perjuangan Badung, Sabtu (14/9) lalu.


I Putu Parwata selaku Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung, Rabu (18/9), menegaskan PDI Perjuangan Badung menyepakati mengusung calon petahana pada Pilkada Badung tahun 2020. “Berdasarkan rapat DPD dan ditegaskan lagi dalam rapat DPC pada Sabtu lalu, diputuskan kembali mengusung petahana,” ungkapnya.


Diputuskannya kembali mendukung pasangan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab perjuangan kader banteng moncong putih di Bali sangat berhasil. Mulai dari Pilgub, Pileg, hingga Pilpres. “KBS dan Pileg Badung berprestasi, karena itu DPP Menyerahkan sepenuhnya kepada DPD untuk mengambil langkah-langkah. Makanya untuk Badung diinternal diputuskan Petahana,” terangnya.


Dengan keputusan mengusung Petahana ini, maka kata politisi asal Dalung ini, DPC PDI Perjuangan Badung otomatis tidak akan membuka penjaringan dan pendaftaran bakal calon bupati/wabup lagi. “Iya, tidak ada lagi pendaftaran. Sudah jadi keputusan mengusung Petahana,” tandas politisi asal Dalung, Kuta Utara ini.


Sementara itu, Partai Golkar Badung masih pikir-pikir alias belum mengambil keputusan soal bakal calon bupati dan wakil bupati. Sementara, partai berlogo beringin ini masih berusaha membangun komunikasi dengan beberapa parpol. Sehingga minimal punya 20 persen kursi di Parlemen Badung. Hal ini sebagai salah satu syarat pencalonan.



Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Badung I Wayan Suyasa mengungkapkan, pihaknya belum sampai pada tahap mendukung 'jagoan'. Menurutnya masih ada waktu mencari kader atau tokoh independen yang akan dijagokan. "Intinya kami buatkan wadah dulu, minimal 20 persen kursi di Parlemen Badung. Supaya tidak  mubazir berbicara calon dan sebagainya, kalau pada akhirnya kita tidak bisa mengusung calon,” ungkapnya.


Hal itu, terang politisi asal Penarungan, Mengwi itu dilakukan melalui pendekatan dan penjajakan dengan parpol selain PDIP di Badung. Terutama Demokrat, Gerindra, dan NasDem yang juga memiliki kursi di DPRD. Jika tercapai 20 persen kursi, maka bisa bertarung dengan PDIP yang memiliki 28 kursi di DPRD. Sementara saat ini Golkar baru mencapai angka 17 persen.


“Logikanya kan harus punya 20 persen kursi di parlemen, baru bisa mengusung. Sementara kami baru 17 persen. Artinya masih kurang. Jadi, sekarang kami fokus koordinasi dan duduk bersama dengan partai politik,” tegas Wakil Ketua I DPRD Badung ini.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia