Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dana Tak Kunjung Cair, Pembangunan Toilet Ngadat

18 September 2019, 22: 55: 37 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dana Tak Kunjung Cair, Pembangunan Toilet Ngadat

BELUM TUNTAS: Empat bilik toilet di SDN 2 Tigawasa belum bisa dimanfaatkan, lantaran belum selesai dibangun. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BANJAR, BALI EXPRESS - Pembangunan empat bilik toilet di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tigawasa, Kecamatan Banjar mangkrak sejak tiga bulan lalu. Pengerjaan baru mencapai 70 persen. Macetnya pengerjaan toilet itu terjadi lantaran anggaran dari pemerintah tak kunjung dicairkan. Dampaknya, siswa pun belum bisa memanfaatkan toilet sekolah tersebut.

Kondisi itu dibenarkan mandor proyek, Made Wilis, 48. Menurutnya, pembangunan toilet sudah dikerjakan sejak April lalu melalui sistem swakelola. Hanya saja, pengerjaan terpaksa dihentikan, karena bahan bangunan mulai tidak disuplay.

Mirisnya lagi, pihak sekolah terpaksa menunggak pembayaran ongkos tukang sebesar Rp 10 juta. “Sebenarnya tinggal masang keramik, pintu, kloset sama ngaci saja. Ongkos tukang juga masih nunggak Rp 10 juta. Ongkos teman-teman sementara saya dulu yang bayarkan. Biar tidak menjadi masalah,” kata Wilis.

Kepala SDN 2 Tigawasa, Ni Luh Ayu Marheni tak menampik hal itu. Dia menceritakan, total anggaran yang diberikan dari pemerintah untuk pembangunan toilet ini mencapai Rp 125 juta. Namun pihak pemerintah mencarikan anggaran tersebut secara bertahap.

Rinciannya, pencairan tahap pertama dilakukan pada Juni lalu. Dimana, pihak sekolah sudah menerima sebesar Rp 37 juta. Dana itu pun sebut Marhaeni sudah habis digunakan untuk membiayai pengerjaan tahap pertama, seperti membuat struktur bangunan dan septic tank.

Selanjutnya, dana tahap kedua sudah bisa diamprah bila progres pembangunannya sudah mencapai 70 persen. Syarat-syaratnya kemudian sudah dia penuhi. “Tapi sampai sekarang dana tahap kedua itu tidak ada beritanya kapan akan cair. Dari Dinas Pendidikan katanya saya disuruh nunggu saja sampai akhir September ini. Sementara batas waktu pembangunanya katanya boleh sampai akhir Desember,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng, Nyoman Darta menjelaskan, pembangunan toilet ini dilakukan di 47 sekolah dasar negeri yang ada di Buleleng, dengan dana yang bersumber dari DAK pusat. Dia pun mengakui, belum cairnya dana tahap kedua ini tidak hanya terjadi di SDN 2 Tigawasa saja, melainkan terjadi juga di 46 sekolah lainnya. 

“Karena review di Inspektorat belum selesai, makanya dana belum cair. Usulan kami itu mandeg disana, sehingga semua sekolah terdampak, tidak hanya di SDN 2 Tigawasa. Kami sudah mengajukan review ke Inspektorat sejak 21 Agustus kemarin. Jadi pihak Inspektorat masih melihat data yang kami kirim. Review ini tumben dilakukan tahun ini,” jelasnya.

Darta pun mengimbau kepada pihak sekolah, untuk ngutang bahan-bahan bangunan terlebih dahulu kepada pihak ketiga sambil menunggu dana cair. “Sekolah lain sistemnya begitu. Jadi ngebon dulu sama pihak ketiga (penjual bahan bangunan, red) karena anggarannya dari DAK Pusat memang begitu. Dan solusi itu sudah kami sampaikan sejak awal,” singkatnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia