Minggu, 23 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Buaya yang Diserahkan ke BKSDA Itu Biasa Dimandikan, Disikat Giginya

20 September 2019, 17: 31: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Buaya yang Diserahkan ke BKSDA Itu Biasa Dimandikan, Disikat Giginya

BUAYA : Proses evakuasi salah satu buaya peliharaan milik warga di Lingkungan Sangging, Gianyar, Jumat (20/9). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Salah seorang masyarakat yang bernama Dewa Gede Perwira menyerahkan buaya peliharaannya yang sudah lima tahun diajak seperti keluarga ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Pria asli Lingkungan Sangging, Gianyar itu pun terpaksa menyerahkan hewan kesayangannya tersebut lantaran terbentur dengan undang-undang yang berlaku. Proses evakuasi dilakukan pada pukul 10.00 dan disaksikan oleh pihak Polres Gianyar, Jumat (20/9). 

Pria yang berusia 46 tahun tersebut menjelaskan ia memang hoby memelihara hewan yang ekstrim. Bahkan selain buaya, ia sempat memelihara beberapa ular berbagai jenis. Sedangkan untuk buaya itu didapatkannya dengan membeli di online shop pada lima tahun lalu. 

"Awalnya beli di online pas lima tahun lalu, baru menetas dari telur sekitar tiga mingguan itu saya sudah pelihara. Selama ini sering saya ajak bermain, dimandikan, giginya disikat, kadang juga tidur bareng di kamar," jelasnya. 

Dewa Perwira mengaku untuk buaya peliharaannya itu berjenis buaya tawar dan dilindungi oleh undang-undang. Mengingat jenis hewan tersebut termasuk binatang yang dilindungi. Sehingga ketika sudah memiliki panjang lebih dari 1,5 meter tidak boleh dipelihara lagi dan harus diserahkan ke pemerintah. 

Selama lima tahun ia mengajak buayanya yang diberi nama Kroko tersebut berbagai macam cerita yang bisa ia sampaikan. Salah satunya sempat digigit, sampai lepas ke luar rumah ketika musim hujan dan pintu rumah lupa dikuncinya. "Sebenarnya tidak rela, ya mau bagaimana lagi karena dibatasi undang-undang. Sudah layaknya bagian dari keluarga lah, karena panjangnya sudah 1,5 meter saya sendiri yang melapor dan menyerahkan secara sukarela," papar dia. 

Lanjutnya, tangan kanannya sempat digigit oleh Kroko. "Kalau buaya menggigit itu kan sudah biasa, tandanya dia berinteraksi dengan kita. Pertama karena digigit diajaknya bermain, sedangkan kedua dan ketiga digigit karena dia kaget saat dipegang ekornya sama teman waktu itu datang ke rumah. Kalau keseharian ia dilepas di halaman rumah, sudah biasa itu," tandas Dewa Perwira. 

Sedangkan salah satu Polisi Kehutanan BKSDA Bali, Agung Kusuma Yudha menyampaikan pihaknya hanya bertugas mengamankan dan mengevakuasi buaya tersebut. Sedangkan untuk proses laporan awalnya disampaikan ke pihak Polres Gianyar. Ia juga mengaku jenis buaya itu biasanya berada di muara, pertemuan air laut dengan aliran sungai. 

"Buaya ini dilindungi sesuai Undang - Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang  konservasi SDA dan ekosistemnya. Kita hanya membackup dari laporan di Polres saja untuk mengamankan hewan ini," imbuhnya. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia