Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Dewan Pertanyakan Wacana Moratorium Pariwisata Nusa Penida

20 September 2019, 18: 17: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewan Pertanyakan Wacana Moratorium Pariwisata Nusa Penida

PANTAI DIAMOND: Pantai Diamond salah satu tempat terjadinya kecelakaan wisatawan asing di Nusa Penida. (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Wacana Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Bali akan melakukan moratorium atau penutupan sementara wisatawan ke Nusa Penida, Klungkung mendapat tanggapan anggota DPRD Klungkung asal Nusa Penida I Made Jana. Seperti diketahui, HPI mewacanakan moratorium karena sederet kasus wisatawan meninggal dunia saat melali di sana.

Terhadap alasan HPI tersebut, Jana menilai HPI terlalu grasa-grusu menentukan sikap, tidak melihat persoalan secara menyeluruh. Sebab belum tentu semua wisatawan yang meninggal karena keteledoran pengelola objek wisata. “Bukan berarti kami lempar batu sembunyi tangan. Harus dilihat dulu secara menyeluruh,” ungkap Jana, Jumat (20/9).

Secara umum, Jana mengakui memang masih banyak kekurangan Nusa Penida sebagai daerah yang pariwisatanya tengah berkembang. Contohnya jalan masih banyak rusak, tebing objek wisata belum ada pagar pengaman, dan beberapa persoalan lain yang bisa mengusik keamanan dan kenyamanan berwisata. Atas kondisi itu, Pemkab Klungkung tidak tinggal diam. Pemerintah sudah berupaya berbenah. Harus disadari tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses. Selain karena keterbatasan anggaran, pemerintah juga kewalahan memperbaiki infrastruktur karena pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida. Sehingga HPI diminta tidak langsung moratorium.

Terkait wacana itu, anggota Komisi I DPRD Klungkung ini berencana bertemu dengan Ketua HPI Bali I Nyoman Nuarta. “Nanti saya akan bertemu, biar tidak sedikit-sedikit moratorium,” jelas pria yang 22 tahun menjadi pemandu wisata itu.

Dihubungi terpisah, Ketua HPI Provinsi Bali I Nyoman Nuarta mengakui memang ada wacana moratorium pariwisata ke Nusa Penida. Itu tak terlepas dari sederet kasus wisatawan meninggal dunia di sana. “Nanti kalau 1-2 bulan masih ada wistawan meninggal dan pemerintah belum berbenah, kami akan moratorium,” terang Nuarta.

Saat ini, Nuarta baru sebatas meminta anggotanya berhati-hati mengajak wisatawan lancong ke Nusa Penida, menyampaikan terkait keamanan selama berlibur karena beberapa wisatawan meninggal dunia.  “Sekarang kami belum moratorium, baru sebatas meminta teman-teman menyampaikan kondisi di Nusa Penida. Banyak wisatawan sudah cancel ke sana,” ungkapnya.

Sikap tegas harus dilakukan HPI karena ingin Nusa Penida berbenah, menjadikan Nusa Penida layak dikunjungi. Selama ini ia melihat beberapa hal perlu dibenahi. Di antaranya sumber daya manusia (SDM). SDM harus benar-benar siap menerima lonjakan wisatawan yang datang di luar ekspektasi. Ada pula infrastruktur, baik itu jalan rusak, tebing tanpa pagar pengaman, termasuk tour island yang merenggut dua nyawa belum lama ini, dan infrastruktur lainnya. “Sudah punya izin gak usaha itu. Kalau ada kecelakaan siapa bertanggungjawab, ada asuransi apa tidak. Itu harus jelas,” terangnya.  

Ia pun menegaskan, HPI mengkritik Nusa Penida karena berkepentingan membawa turis ke sana. Keindahan objek wisata harus dibarengi dengan jaminan keamanan. HPI pun siap diajak komunikasi membenahi pariwisata Nusa Penida. “Nusa Penida itu seperti wanita cantik. Lautnya belum terkontaminasi. Tapi masih banyak harus dibenahi,” sebut Nuarta.

Seperti diketahui, sejumlah wisatawan meninggal dunia saat berwisata di Nusa Penida. Pekan ini tiga orang wisatawan meninggal di sana. Dua wisatawan, yakni Caval Heir O Biron, 48, asal Brazil dan Victor Johannes Allers, 43, asal Afrika Selatan meninggal karena boat yang ditumpanginya tour island Pulau Lembongan terbalik dihantam ombak di objek wisata Devil’s Tear, Senin (16/9). Ada juga wisatawan asal Malaysia Shahfulnizam bin Jamaludin,40, meninggal digulung ombak saat berenang di Pantai Diamond, Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Rabu (18/9) lalu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia