Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Sarana Ilmu Hitam Ada di Setra

21 September 2019, 12: 55: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sarana Ilmu Hitam Ada di Setra

SETRA: Salah satu setra di Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Meskipun sesungguhnya Setra disebutkan sebagai tempat yang suci karena di setra ini terjadi proses prelina, yakni proses peleburan unsur Panca Maha Butha untuk menjadi satu dengan Siwa, namun dalam kehidupan sehari-hari, setra tetap saja dianggap sebagai tempat yang angker.

Menurut Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran, adanya anggapan bahwa Setra merupakan tempat angker tidak terlepas dari adanya definisi yang seram terhadap fungsi dari kuburan tersebut.

“Dalam budaya Bali sering kita mendengar, selain sebagai tempat penguburan mayat, Kuburan juga berfungsi sebagai tempat mengasah ilmu hitam, karena sering kali orang yang menjalankan ritual ilmu hitam mengunakan benda-benda yang berasal dari kuburan,” jelasnya.

Dalam hal ini fungsi kuburan atau setra ini adalah sebagai tempat bagi seseorang yang ingin menjalankan ilmu Avidya Tantrik atau ilmu yang bersifat magis. Meskipun bersifat magis, namun tidak selamanya ilmu tersebut adalah ilmu hitam yang merugikan banyak orang. Terapi ilmu tersebut bisa saja memiliki sifat seperti halnya ilmu-ilmu pada umumnya.

“Namun karena dilakukan di setra dan diikuti melibatkan unsur magis, maka ilmu seperti ini sering diidentikkan dengan ajaran ilmu hitam,“ tambahnya.

Namun demikian, dalam beberapa literatur diungkapkan Ida Nak Lingsir, disebutkan jika Kuburan bisa berfungsi sebagai tempat terbaik untuk mencapai keikhlasan. Salah satunya disebutkan dalam falsafah Tantra disebutkan kuburan sangat baik di dalam membantu manusia menumbuhkan rasa pasrah dan ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga dengan kepasrahan dan ketulusan ini, sadhana spiritual bisa berhasil lebih cepat.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia