Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tak Ikut Pilkel, Masyarakat Desa Tajen Bertanya-tanya

22 September 2019, 17: 39: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Ikut Pilkel, Masyarakat Desa Tajen Bertanya-tanya

Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Lantaran hingga saat ini belum ada tanda-tanda pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) di Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan, masyarakat di desa tersebut dilanda keresahan dan terus bertanya-tanya. Padahal Pilkel Serentak 2019 akan digelar pada bulan Oktober 2019 mendatang. 

Keresahan masyarakat beralasan karena jika tahun ini tidak digelar Pilkel atau nantinya pemerintahan dipegang oleh Pelaksana Tugas (Plt) Perbekel, dikhawatirkan roda pemerintahan tak berjalan sesuai harapan masyarakat, apalagi pelaksana tugas memiliki kewenangan terbatas. "Yang dikhawatirkan warga, nanti kebijakan-kebijakan strategis dikhawatirkan tidak bisa berjalan baik dan akan mempengaruhi program serta kegiatan di desa," ujar sumber yang enggan dikorankan namanya.

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tabanan Roemi Liestyowati menjelaskan bahwa Desa Tajen tidak termasuk dari 98 desa di Tabanan yang mengikuti Pilkel Serentak di tahun 2019 ini. Alasannya masa jabatan perbekel yang saat ini menjabat baru akan habis di tanggal 23 Desember 2019. 

Sedangkan target DPMD Pilkel akan dilaksanakan tanggal 26 Oktober 2019 dan pelantikan di rencanakan awal Desember 2019. "Kita menargetkan di tanggal 26 Oktober dan pelantikan diawal Desember supaya tidak mempengaruhi penetapan APBDes. Dan Desa Tajenmemang tidak ikut Pilkel 2019 ini," ujar Liestyowati Minggu (22/9). 

Ditambahkannh, selama masa jabatan Perbekel habis, untuk mengisi kekosongan Perbekel tersebut maka nantinya Desa Tajen akan dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Dan Desa Tajen akan mengikuti proses Pilkel serentak di tahun 2021 mendatang. "Untuk mengisi kekosongan BPD di Desa Tajen mengusulkan siapa yang akan dijadikan Plt berdasarkan hasil berita acara yang dibuat," paparnya. 

Mekanisme tersebut pun sudah dijelaskan ke BPD Desa Tajen dan  seluruhnya telah mengerti. "BPD sudah kami berikan penjelasan dan mereka mengatakan sudah mengerti. Jadi ini sudah sesuai mekanisme," pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia