Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Nelayan Jasri Turun

22 September 2019, 18: 30: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Nelayan Jasri Turun

REHAT: Cuaca buruk, beberapa nelayan di Jasri rehat melaut. Ada juga yang masih melaut meski tangkapan sedikit, Minggu (22/9). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Hasil tangkapan nelayan asal Lingkungan Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem turun drastic, bahkan sangat merosot. Dalam sehari, biasanya nelayan mampu membawa 500 sampai 1.000 ekor ikan. Tapi kali ini cuma berhasil menangkap rata-rata 20 ekor.

Penyebabnya adalah cuaca buruk. Nelayan tak bisa berlama-lama di tengah laut. Selain ombak besar, angin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup kencang. Itu juga yang membuat ikan sulit ditangkap. 

Wayan Dekor, seorang nelayan setempat, mengaku merugi dalam sepekan terakhir ini. Sebab biaya melaut, menurutnya, sudah tinggi. Sehari dia butuh uang Rp 100 ribu untuk membeli bahan bakar. Tapi hasil yang diperoleh jauh dari yang diharapkan.

Fenomena ini, diakui, memang terjadi tiap tahun. Namun tahun ini yang dirasakan paling parah. Meski tahun lalu juga mengalami hal yang sama, dia masih bisa menangkap 200 ekor ikan. "Tapi mangkin joh (sekarang jauh) hasilnya," keluhnya.

Wayan Adnyana, nelayan Seraya Tengah, juga mengalami hal serupa. Dalam 10 hari melaut, belum tentu mendapat ikan. Oleh karena itu, untuk sementara waktu ini dia memilih istirahat melaut. Untuk kebutuhan sehari-hari, dia membantu keluarga berjualan makanan di Pasar Amlapura. "Prediksi ombak tinggi sampai seminggu ke depan," kata dia, Minggu (22/9).

Gelombang tinggi memang diprediksi masih terjadi sampai beberapa hari ke depan. Berdasar data Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, gelombang laut bisa mencapai 2 meter hingga lebih di Selat Lombok bagian selatan. 

Cuaca di sekitar perairan Selat Lombok hingga laut timur Karangasem memang diprediksi cerah berawan. Tapi tiupan angin kencang masih terus terjadi di perairan tersebut. Kecepatan angin di Selat Lombok bagian utara berkisar 2 sampai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 hingga 2 meter. Sedangkan di Selat Lombok bagian selatan, kecepatan angin berkisar 2 sampai 20 knot dengan tinggi gelombang yang sama.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia