Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sebelum Bunuh Diri, Sutarsa Habisi Pacarnya dan Titip Surat Wasiat

22 September 2019, 19: 57: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sebelum Bunuh Diri, Sutarsa Habisi Pacarnya dan Titip Surat Wasiat

BUNUH DIRI: Sutarsa ditemukan tewas bunuh diri setelah mengahabisi nyawa kekasihnya. (ISTIMEWA)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS  - "Mek, di bawah ada kuburan Ayu, tolong lapor Polisi dan tolong sampaikan permintaan maaf  yang (saya) ke anak-anak. Memek jaga diri. Ingat mek, panggil yang kalo ada yang nyakitin memek, menghina memek.”

Itulah kutipan surat I Nyoman Sutarsa, 43, duda  satu anak yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Surat tersebut ditemukan bersama dengan mayat Sutarsa di sebuah pohon ketapang, daerah Tuban, Kuta, Badung, Sabtu (22/9) pada pukul 10.00 wita.

Sebelum Bunuh Diri, Sutarsa Habisi Pacarnya dan Titip Surat Wasiat

SAWAH : Jenasah Suarningsih ditemukan di tegalan sawah milik Nyoman Rendi. (ISTIMEWA)

Sutarsa yang dikenal tertutup di keluarga dan lingkungannya ini, diketahui akan mengakhiri hidupnya pertama kali oleh Yovita Puspasari, 37, perempuan asal Probolinggo, Jawa Timur. Kepada polisi Yovita menerangkan bahwa dia pertama kali mendengar teriakan korban  saat sedang berada di dalam kosnya dekat tempat kejadian perkara.

Seperti dijelaskan Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Ferdianshah, bahwa ketika berada di dalam kamar kosnya, saksi mendengar teriakan. Saksi keluar kamar dan melihat seorang laki- laki di bawah pohon Ketapang dalam keadaan kejang-kejang. Ketika didekati, korban hendak memukul saksi dengan batu. Karena takut, saksi akhirnya kembali ke dalam kamar.

Saksi kemudian menghubungi Bendesa Adat Kelan yang langsung melapor ke Bhabinkantibmas I Ketut Shuwita Kelan. Di TKP Ketut Shuwita menemukan korban dalam keadaan mengenaskan.

“Mulut korban mengeluarkan darah bercampur buih dan sudah mengorok. Setelah itu kejang-kejang dan langsung lemas. Setelah saya cek denyut nadi korban, ternyata tidak ada gerakan. Saya langsung menghubungi Polsek Kuta. Saat diperiksa polisi dan petugas Puskesmas Kelurahan Kedonganan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” jelas Shuwita.

Ketika polisi mengidentifikasi jenasah korban, ditemukan beberapa barang buktiberupa  KTP atas nama korban dan surat wasiat untuk ibu korban. Selain itu juga ditemukan kartu identitas atas nama orang lain. “Ditemukan KTP, SIM A dan SIM C, ATM BCA, ATM BNI, Debet BNI, ATM CIMB Niaga, ATM Mandiri Syariah, Kartu Member Bali Pulina, dan ID card Guide. Semua atas nama Gusti Nyoman Suarningsih,” terang Ferdhianshah.

Penemuan ini membuat Polisi curiga. Polisi langsung melacak keberadaan Suarningsih yang beralamat di Banjar Mambal, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Badung. “Setelah berkoordinasi dengan Polres Badung, didapat informasi bahwa Gusti Nyoman Suarningsih pernah melapor ke Polres Badung terkait kasus pengrusakan yang diduga dilakukan oleh korban atas nama  I Wayan Sutarsa,” tambah Ferdhianshah.

Berbekal informasi tersebut, Polisi langsung mendatangi keluarga Suarningsih, dan ternyata Suarningsih tidak berada di rumah. “Setelah dicros cek ke pihak keluarga, ternyata Suarningsih tidak berada di rumah. Setelah dihubungi, HP juga mati,” lanjutnya.

Polisi melakukan penelusuran di TKP. Dugaan Suarningsih meninggal semakin kuat, setelah polisi menemukan mobil dengan nomor Polisi DK 1987 CK Merk Daihatsu Xenia. Di dalam mobil tersebut didapatkan ada bekas darah yang diduga milik Suarningsih.

Informasi salah seorang saksi, I Nyoman Rendi, 71, menjadi titik terang keberadaan Suarningsih. Saksi mengatakan, pada Sabtu (21/9) sekitar pukul 15.30, ia ditanya oleh menantunya, apakah pernah mencangkul di sawah sebelah selatan, dan dijawab tidak pernah.

“Pada hari Sabtu tanggal 21 September 2019 pukul 15.30 wita, saksi dicari oleh menantunya bernama Wayan Suatra  yang  menanyakan,  apakah saksi ada mencangkul di kebun sebelah selatan. Oleh saksi dijawab tidak ada. Lalu saksi bersama menantunya pergi ke kebun dan melihat ada gundukan tanah. Ketika diinjak, ternyata tanah agak gembur. Saksi curiga, bahwa hal ini  ada kaitannya dengan korban meninggal atas nama  Wayan Sutarsa yang meninggalkan surat wasiat,” jelas Ferdhianshah.

Rendi langsung melaporkan kecurigaannya kepada pihak kepolisian. Setelah mendapat laporan dari Nyoman Rendi, tim Opsnal Polsek Kuta langsung bergerak, dan menggali tanah kebun tersebut. “Dibantu tukang gali bernama Arifin, setelah digali ternyata ada sesosok mayat perempuan yang diduga adalah Gusti Nyoman Suarningsih,” jelas Ferdhianshah.

Dari hasil identifikasi oleh Polresta Denpasar, ditemukan sejumlah luka di tubuh korban (Suarningsih). Menurut Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Nurul Yaqin, ditemukan luka di jari tengah kanan , belakang telinga kiri robek, dahi kanan robek, telunjuk kiri robek, kepala pecah, kepala belakang kiri atas terbuka, kepala belakang tengah robek, kepala di belakang telinga kanan robek.

Pihak forensik RSUP Sanglah juga menguatkan bahwa mayat Suarningsih merupakan korban pembunuhan. “SN (Suarningsih, 37, diterima forensik 21 September pukul 20.00. Perkiraan waktu kematian, kurang dari 8 jam sebelum pemeriksaan. Korban mengalami luka terbuka di kepala, wajah serta punggung. Juga tangan kanan yang diduga  akibat benda tumpul. Dari tanda-tanda tersebut, korban sudah dikubur sebelumnya,” jelas dokter Forensik RSUP Sanglah  dr. Ida Bagus Putu Alit, DMF SpF saat dikonfirmasi.

Dari penelusuran pihak kepolisian, terungkap  bahwa antara I Wayan Sutarsa dan Suarningsih merupakan pasangan kekasih yang sudah lama menjalin hubungan.  “Ya betul, Suarningsih pacarnya Sutarsa,” tambah Yaqin.

Selain mobil milik Suarningsih, ditemukan juga mobil yang diparkir digarasi Pak Deka.Setelah dicek di samsat, ternyata plat mobil tersebut palsu. Setelah dilakukan pengecekan nomer rangka, ternyata mobil DK 1678 LF merupakan milik I Made Bendesa,  alamat Banjar Dinas Batu Aji, Batubulan Kangin Sukawati Gianyar yang mana sudah diblokir karena kasus pidana pencurian. Selanjutnya, setelah dicros cek ke Polsek Sukawati, memang benar mobil tersebut pernah dilaporkan hilang 1 tahun lalu.

(bx/man/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia