Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Toya Bungkah Literary Festival, Ajak Pelajar Berpuisi

22 September 2019, 20: 25: 19 WIB | editor : Nyoman Suarna

Toya Bungkah Literary Festival, Ajak Pelajar Berpuisi

PEMBUKAAN : Pemukulan gong sebagai tanda dibukanya acara Toya Bungkah Literary Festival oleh Sekda Kabupaten Bangli Ir. Ida Bagus Gd Giri Putra,M.M. (ke dua dari kiri) dan ditemani Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata (NYOMAN DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Pembukaan Toya Bungkah Literary Festival begitu istimewa. Selain dihadiri dua penyair luar negeri, juga hadir penyair dalam negeri. Para penyair tersebut sudah memiliki segudang prestasi hingga sudah menampilkan karyanya di berbagai event besar. Dalam acara Toya Bungkah Literary Festival dilakukan pembagian buku antologi puisi berjudul “Tutur Batur” dan mengajak para pesertanya untuk belajar membuat puisi serta menampilkan karyanya masing-masing.

Menurut Kepala Badan Pengelola Batur Unesco Global Geopark (BPPBUGG) yang juga Ketua Panitia Toya Bungkah Literaty Festival  I Gede Wiwin Suyasa, acara pembukaan berjalan lancar dan mendapat respon positif dari bupati.

Toya Bungkah Literary Festival, Ajak Pelajar Berpuisi

BACA PUISI : Para penyair terkemuka mengajak para pelajar berpuisi. (DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

“Pembukaan Astungkare berjalan lancar. Respon dari pak bupati melalui Pak Sekda juga luar biasa,  sangat positif dan beliau tidak sekadar mengharapkan tetapi juga memastikan kegiatan ini harus berlanjut,” ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan  dengan pembacaan puisi dari masing-masing penyair. Mereka membawakan puisi dengan berbagai macam gaya dan expresi yang mampu menarik perhatian penonton. Tan Lioe Ie misalnya, selain membacakan karyanya dan mengiringi penyair lain dengan music, ia juga menarik perhatian penonton dengan penampilan musikalikalisasi puisinya hingga membuat penonton berdecak kagum.

Peserta yang didominasi siswa SMA dan SMK terlihat begitu bersemangat dan antusias dalam mengikuti acara. Pasalnya, selain menyaksikan penampilan para penyair dan menerima penjelasan tentang pembuatan puisi, mereka juga diajak belajar mengolah kata-kata menjadi puisi dan menampilkannya langsung di hadapan para penyair dan peserta lain.

Salah satu penyair yang juga menjadi panitia sekaligus curator dari buku “Tutur Batur”  Wayan Jengki Sunarta mengatakan, potensi pelajar yang hadir begitu luar biasa. Selain itu, Bangli memang memiliki sejarah panjang dalam dunia sastra. “Para pelajar yang hadir di sini memiliki potensi luar biasa. Bangli juga memiliki sejarah panjang di dunia sastra. Buktinya, mereka (pelajar) sekarang ramai hadir dan terlibat di kegitan kali ini. Semoga mereka terus mengasah kemampuan setelah kegiatan ini,” ujarnya.

Usai pembukaan dan pelatihan, para peserta diajak ke tempat bumi perkemahan Tatak yang berjarak kurang lebih 1 km dari tempat pembukaan. Di kedinginan malam dan tempat yang indah ini, para peserta diajak menyaksikan kebolehan para penyair membawakan puisi masing-masing.

(bx/man/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia