Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Jaya – Wibawa Makin “Mesra”, Dek Agus Ulas Detail Mangrove

22 September 2019, 21: 57: 34 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Jaya – Wibawa Makin Mesra, Dek Agus Ulas Detail Mangrove 1

Jaya – Wibawa : Wakil Walikota Denpasar, I GN Jaya Negara, bersama Ketua Fraksi PDIP DPRD Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, melepas benih ikan kerapu di Pantai Mertasari, Sabtu (21/9). (ARI TEJA / BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, Bali Express – Tanda tanya mengenai rekomendasi DPP PDIP untuk Pilwali Denpasar 2020 sepertinya semakin mengerucut pada sosok Gusti Ngurah Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa. Bakal calon Walikota dan Bakal Calon Wakil Walikota ini kerap disingkat dengan nama Jaya – Wibawa. Buktinya di salah satu agenda, Sabtu (21/9), Jaya – Wibawa terlihat semakin mesra dalam sebuah agenda melepas bibit ikan kerapu.

Acara ini berlangsung di Pantai Mertasari, dalam acara Karya Bakti Kodam IX Udayana, dalam rangka HUT ke-74 TNI dan World Clean Up Day 2019. Dengan teman “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat”.

Acara ini juga melibatkan Gerakan Suksma Bali. Jaya Negara posisinya mewakili Pemkot Denpasar sebagai Wakil Walikota Denpasar. Sedangkan Kadek Agus Arya Wibawa sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Denpasar. Namun posisi mereka seperti disatukan dalam acara tersebut.

Jaya – Wibawa Makin Mesra, Dek Agus Ulas Detail Mangrove 2

DIALOG : Usai menebar benih ikan kerapu, terlihat Jaya Negara menunjuk ke arah ikan, sambil bercakap dengan Kadek Agus Arya Wibawa. (ARI TEJA / BALI EXPRESS)

Bahkan tidak ada skenario khusus, ketika acara bersih pantai atau program “Bali Resik, Sampah Plastik” berjalan, beberapa tokoh melakukan kegiatan pelepasan ribuan bibit ikan kerapu.

Tidak ada yang mengarahkan, namun posisi Jaya Negara dan Kadek Agus sudah langsung berdampingan, dan ketika yang giliran melepas ikan, antara Jaya Negara dan Kadek Agus, posisinya tepat untuk tandem.

Setelah acara melepas ikan, Jaya Negara dan Kadek Agus jadi rebutan peserta acara bersih – bersih pantai untuk berswafoto. Dua tokoh ini dengan ramah melayani masyarakat.

Mereka akhirnya berbaur untuk ikut memungut sampah. Koran ini berhasil mewawancarai Kadek Agus, yang terlihat semangat berada di sela hutan mangrove ikut memungut sampah.

Bagaimana perkembangan Jaya – Wibawa, tambah mesra? “Tidak ada seperti itu, kami kebetulan dipertemukan dalam acara ini. Semua ini kebetulan, pas melepas ikan juga kebetulan bersebelahan,” ujar Kadek Agus sambil tersenyum.

Politisi kalem ini mengatakan bahwa, urusan Pilwali Denpasar sepenuhnya menyerahkan ke induk partai.

“Kembali pada keputusan induk partai kami, PDI Perjuangan. Kami tunduk menjalankan apapun keputusan partai, dan kami siap menjalankan apapun keputusan partai,” tegas politisi yang sudah empat periode duduk di DPRD Kota Denpasar ini.

Tak hanya mumpuni terkait politik, ternyata Sekretaris DPC PDIP Denpasar ini punya kemampuan luar biasa terkait lingkungan, menjaga alam pesisir dan mangrove.

Fungsi penting hutan mangrove, yang imbasnya langsung ke manusia. Jelas pertama mangrove mencegah, intrusi air laut. “Intrusi itu, ketika rongga air bawah tanah (ABT) kosong akibat pengambilan ABT berlebihan, itu akan masuk rembesan air laut. Sehingga air sumur terasa payau,” jelas anak kedua dari dokter hebat, yaitu Spesialis Konsultan Pediatric Orthopaedic Prof. Dr. dr. I Ketut Siki Kawiyana, FICS, Sp.B,Sp.OT(K).

“Mangrove bisa menjadi mencegah intrusi, karena endapan lumpur yang kuat mencegah rembesan air laut masuk ke rongga tanah,” sambung Kadek Agus dengan sangat fasih urusan mangrove.

Kemudian mangrove juga mencegah erosi dan abrasi pantai. Dia mengatakan erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut.

“Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air,” imbuhnya.

Mangrove juga pencegah dan penyaring alami, hutan mangrove biasanya yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai.

Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan deterjen, dan merupakan penghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.

“Dan mangrove juga menjadi tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa,” kata politisi dengan basis massa sangat kuat ini.

Mangrove juga berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir. Karena mangrove dianggap sebagai pembentuk daratan. Dan semua tahu mangrove. “Itulah pentingnya menjaga mangrove, dia bukan hanya pohon yang terlihat hijau. Namun hutan mangrove, menjadi pelindung atas kelangsungan hidup manusia,” jelas politisi asal Pedungan ini.

Apa yang harus dilakukan terhadap hutan mangrove? “Entar – entar,” jawab Kadek Agus. Dia kemudian berjalan menuju salah satu pohon mangrove, yang akarnya tertutup plastik. Kemudian mengambil sampah itu, dan selanjutnya melanjutkan wawancaranya. “Begini, jadi sampah plastik yang masuk hutan mangrove harus bersih. Karena ini salah satu penyebab matinya mangrove,” jelasnya.

Sebagian para ahli atau orang yang berkecimpung urusan lingkungan pasti sudah tahu. Bahwa akar mangrove, yang keluar dipermukaan tanah atau terlihat di atas media hidupnya itu ada fungsi penting. Salah satunya adalah fungsi untuk bernapas.

“Akar mangrove itu, ada yang seperti pensil, ada yang seperti lutut keluar dari tanah, ada yang seperti kaki – kaki. Itu fungsinya untuk bernapas, jadi kalau itu tertutup plastik, sama kayak kepala kita dibungkus plastik, gimana rasanya? sesak kemudian mati,” selorohnya. Selain itu juga fungsi akarnya untuk menopang pohonnya.

Kadek Agus juga mengatakan, bahwa menjaga pesisir, pantai mesti bersih, menjaga hutan mangrove, menjaga habitat ikan di sungai dan laut itu bukan hanya untuk pariwisata. Namun jauh lebih besar fungsinya, untuk menjaga kelangsungan hidup kita, sebagai manusia.

“Pantai indah, mangrove hijau, sungai bersih, ikan banyak, pesisir pantai terjaga. Memang itu akan menopang pariwisata. Namun jauh lebih penting lagi, bahwa ketika kita memuliakan alam, alam akan membalas dengan memberikan balasan positif, kita menuai kehidupan lebih baik,” pungkas Kadek Agus.

(bx/art/hai/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia