Sabtu, 19 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Limbah Baglog Jamur Diolah Jadi Pupuk Organik

23 September 2019, 08: 06: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

Limbah Baglog Jamur Diolah  Jadi Pupuk Organik

GIANYAR, BALI EXPRESS - Usaha tani Jamur Tiram Oemah Ong di Desa Mancingan, Tampaksiring, Gianyar, jadi perhatian khusus tiga dosen, Ir. Farida Hanum, M.Si dari Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar, Ni Nyoman Suryani, S.E., M.Si dari Fa (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Usaha tani Jamur Tiram Oemah Ong di Desa Mancingan, Tampaksiring,  Gianyar, jadi perhatian khusus tiga dosen,  Ir. Farida Hanum, M.Si dari Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar, Ni Nyoman Suryani, S.E., M.Si dari Fakultas Ekonomi Universitas

Mahasaraswati Denpasar, dan Dr. Nurianto RS, SH.MH.MM dari Fakultas Hukum Universitas Mahendraddata, Denpasar.

Diakui tiga dosen ini, kelompok usaha Jamur Tiram di Desa Tampaksiring terbangun atas kondisi sumber daya alam yang ada. "Usaha pembudidayaan jamur ini sangat didukung kondisi iklim di wilayah setempat, juga peran Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui pemeritah di tingkat desa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat dan petani khususnya," terang Farida Hanum didampingi Ni Nyoman Suryani, dan  Nurianto, akhir pekan kemarin di Gianyar.

Dilihat dari segi manajemen dan produksi, lanjutnya, usaha Oemah Ong yang dikelola sejak 2014 oleh Sang Nyoman Juniarta yang juga sebagai pemilik usaha, berjalan cukup baik. Usaha  yang melibatkan 14 orang karyawan ini membidangi tiga bidang pekerjaan, yaitu bidang produksi bibit jamur, pembudidayaan jamur, dan bidang aneka produk olahan jamur.

Permasalahannya, lanjut Farida, ada beberapa limbah media tanaman jamur berupa Baglog yang tidak termanfaatkan secara efektif.  Farida Hanum bersama Ni Nyoman Suryani, dan  Nurianto sepakat bahwa solusi pemecahannya yaitu melakukan pelatihan dan demplot pengolahan limbah Baglog menjadi pupuk organik.

Guna meningkatkan produksi sekaligus bidang pekerjaan, Farida Hanum bersama Ni Nyoman Suryani, dan  Nurianto, mengajak kelompok tani untuk memberdayakan limbah Jamur Tiram yang dinamai Baglog, diolah mejadi pupuk kompos organik.

Dikatakan Farida, pada umumnya komposisi Baglog jamur terdiri dari hasil permentasi beberapa bahan, seperti sisa serbuk kayu, bekatul, pupuk TSP, kapur, dan air. Dari komposisi tersebut ada beberapa bahan yang sangat dibutuhkan tanaman dan sangat potensial bila diolah dan dipermentasi menjadi pupuk organik. "Pupuk ini bisa menjadi peluang usaha baru sebagai sampingan dari budidaya Jamur Tiiram dengan cara menjalin hubungan kerja sama dengan penjual atau distributor pupuk," terangnya.

Di samping itu, lanjutnya, mendaur ulang limbah Baglog  berarti kita sudah peduli terhadap lingkungan, karena limbah Baglok juga  berdampak terhadap kesehatan lingkungan dan bagi budidaya jamur.  "Jamur liar sering kali tumbuh digundukan limbah Baglok yang berperan sebagai sumber kontaminan menyebabkan kegagalan budidaya jamur. Pasalnya, jamur-jamur tersebut menghasilkan miliiaran spora, jika terbawa angin atau melalui pakaian dan anggota tubuh pekerja akan menyebar ke seluruh penjuru ruang, termasuk ke ruang inokulas jamur," paparnya.

Dikatakannya, langkah awal pelaksanan kegiatan, tim pelaksana kegiatan melaksanakan sosialisai program melalaui pertemuan dan diskusi dengan pengelola dan anggota UKM Oemah Ong.

" Yang ditransfer kepada mitra dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, demontrasi plot (demplot) dan pendampingan," ujar Farida.

Pengelolaan limbah Baglog Jamur Tiram di Desa Mancingan melibatkan seluruh pengurus dan anggota pekerja serta masyarakat di lingkungan Desa Mancingan Tampaksiring.

"Pola ini sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia,  sekaligus bersama-sama menciptakan hubungan yang harmonis dalam melestarikan lingkungan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang kreatif," paparnya.

Farida membeber cara pembuatan pupuk kompos dari limbah Baglog Jamur Tiram, yakni  limbah Baglog 250 kg, kotoran ternak ayam, sapi 250 kg, EM4 1 ltr, gula merah atau gula pasir setengah  kg dan air. Cara membuatnya adalah limbah Baglog dihaluskan, kemudian dicampur dengan kotoran ternak ayam dan sapi. Selanjutnya campurkan EM4 plus gula kedalam air, kemudian disemprotkan secara merata, sambil diaduk.

Kemudian simpan di tempat yang tidak terkena air dan dilapisi dengan gedek atau plastik, dan ditutup

rapat menggunakan plastik. Bahan difermentasi selama 4-7 hari. Setiap hari diperiksa, suhu jangan

sampai melebihi 50 derajat Celcius. Jika suhunya tinggi, bahan diaduk sampai suhunya turun kembali. Setelah 4-7 hari difermentasi, pupuk kompos sudah siap digunakan (rin).

(bx/rin/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia