Minggu, 20 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Features
dr. Gede Bagus, Dirut RSBM Juga Pelukis

Diterima Jurusan Seni Rupa ITB, Orang Tua Dorong Jadi Dokter

24 September 2019, 09: 22: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diterima Jurusan Seni Rupa ITB, Orang Tua Dorong Jadi Dokter

LUKISAN: dr. Gede Bagus Darmayasa saat menunjukkan karyanya yang terpajang di salah satu ruang RSUD Bali Mandara. (NYOMAN DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

Share this      

Nama dr. Bagus memang termasuk ngetop, dia adalah Dirut Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM). Namun pemilik nama lengkap dr. Gede Bagus Darmayasa ini seorang pelukis, belum banyak yang tahu. Seperti apa?

 

I NYOMAN DARMA WIBAWA, Denpasar

 

GAYA bicaranya halus, dan suka ngobrol. Itulah dr Bagus, hobi uniknya adalah melukis. Bahkan saat ini karyanya banyak terpajang di RSBM, yang berlokasi di Jalan bypass Gusti Ngurah Rai, Sanur itu. Mungkin bagi sebagian orang yang pernah masuk ke RSBM tidak tahu kalau lukisan yang mengiasai Rumah sakit internasional itu karya dokter asal Dawan, Klungkung itu.

Baginya hobi tersebut merupakan hal yang bisa dianggap menghaluskan jiwa melalui media kanvas. Hobi melukis tersebut ia miliki sejak kecil karena latar belakang keluarganya merupakan keluarga seni. “Keluarga saya memang keluarga seni, melukis memang saya jalani sejak kecil. Bagi saya melukis menghaluskan jiwa,” kata dr. Bagus.

Dirinya merupakan salah satu dari beberapa dokter di Indonesia yang memiliki hobi melukis. Walaupun sudah menjalani profesi menjadi seorang dokter cukup lama. Bakat melukis yang dimilikinya seakan tak pudar dimakan oleh profesinya sekarang. Melukis sendiri merupakan fashion dari bagi dirinya.

Selain itu, dulu dirinya juga pernah diterima di jurusan Seni rupa, Institut Teknologi Bandung dan Arsitek Prahyangan sekitar tahun 1979- 1980 namun karena ada dorongan dari orang tua dirinya memilih untuk menjadi seorang dokter dengan mengambil kedokteran di Universitas Udayana. “Saya dulu pernah diterima jurusan Seni Rupa, termasuk diterima Fakultas Arsitek di Bandung. Namun orang tua menyuruh saya jadi dokter,” sambung dokter penghobi musik ini.

Dokter dua anak tersebut juga menceritakan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) bahwa hobinya tersebut sudah dia miliki sejak kecil karena latar belakang keluarganya merupakan keluarga seni. Kadang dirinya melukis dengan memanfaatkan waktu luang sehabis pulang kerja, tidak bisa tidur hingga saat dirinya tugas keluar kota. “Kadang pas keluar Kota saya juga melukis, dan dikira apa oleh petugas bandara,” tegasnya.

Lanjutnya, hobi melukis tersebut kembali dirinya jalani sejak 2 tahun belakangan dengan beberapa karya yang sudah pernah dikutkan dalam beberapa event. Seakan seperti orang kecanduan dirinya selalu memnfaatkan waktu luang untuk menghasilkan karya baru. Bahkan lukisannya juga pernah diberikan ke beberapa orang ternama dan artis hingga ditawar mencapai harga Rp 15 juta namun dirinya tak pernah ingin menjual lukisan tapi hanya diberikan cuma-cuma, “Ada juga yang saya berikan percuma tapi ada juga yang ingin dibeli hingga harga Rp 15 juta, bahkan artis dan menteri saya pernah kasi percuma sebagai kenang-kenangan,” jelasnya.

Dia juga mengaku sudah berancang-ancang nantinya setelah pensiun akan menjalani hobinya sebagai bekal di hari tuanya. Selain hobi melukis ada beberapa hobi lainya seperti menyanyi dan otomotif. Dirinya bahkan pernah menjadi salah satu pendiri dan pengurus ikatan motor di Bali yaitu Ikatan Motor Indonrsia(IMI) pada tahun 80-an. Dirinya pernah juga memiliki mimpi ingin membuat sirkuit motor di Bali, namun hal tersebut kandas karena harga tanah masih mahal.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia